March 10, 2026, oleh
Pengamat hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana, memprediksi eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu krisis energi dan pangan di Indonesia. Dion menilai ketegangan geopolitik di TimurBerita Jejak Fakta – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memicu krisis energi serta pangan di Indonesia. Prediksi ini disampaikan oleh pengamat hubungan internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana.
Dion Maulana menilai bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia, akibat potensi penutupan jalur energi strategis di Selat Hormuz.
Gangguan pada distribusi minyak dunia, menurutnya, akan memicu kenaikan harga BBM. Hal ini akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan berpotensi menyebabkan inflasi.
“Harga BBM pasti akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Kalau BBM naik, harga bahan pokok ikut naik. Kalau itu terjadi, inflasi tidak bisa dihindari,” ujar Dion di Malang, Selasa (3/3/2026).
Penutupan Selat Hormuz, sebagai salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia, tidak hanya akan mempengaruhi harga minyak dunia, tetapi juga berpotensi memicu perubahan kebijakan luar negeri negara-negara besar.
“Kalau Selat Hormuz ditutup, ekonomi dunia pasti terguncang. Kalau ekonomi negara besar terganggu, biasanya kebijakan luar negeri mereka menjadi lebih agresif,” jelasnya.
Dion juga menekankan pentingnya bagi pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga energi dan pangan akibat tekanan eksternal tersebut.
Source: beritasatu.com