November 7, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2025. Bermula dari inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, Abi Mufid berhasil meraih penghargaan Anugerah Pemberdaya Masyarakat pada Pilmapres Oktober lalu.
Abi dikenal aktif berkontribusi melalui inovasi turbin angin untuk daerah terpencil dan program deteksi rheumatoid arthritis di panti jompo. Semua kegiatan ini dilakukan berdasarkan penelitian ilmiah yang telah dipublikasikan di jurnal Scopus Q2.
Dalam kompetisi bergengsi ini, penilaian dilakukan secara ketat. Aspek pertama adalah gagasan kreatif, mencakup bagaimana ide seorang mawapres menyelesaikan permasalahan. Kedua, capaian unggulan meliputi 10 prestasi terbaik mahasiswa dari berbagai bidang, seperti kompetisi, penghargaan, hasil karya, kewirausahaan, dan pengabdian.
Aspek berikutnya adalah kecakapan, di mana mahasiswa diminta melakukan presentasi dan sesi tanya jawab. Terakhir, aspek sikap menekankan kedisiplinan, kejujuran, kemampuan problem solving, dan critical thinking.
Dua inovasi utama Abi menunjukkan kepeduliannya terhadap masalah masyarakat. Pertama, ia menciptakan turbin angin untuk sistem irigasi dengan desain sederhana, ditempatkan di daerah terpencil, dan tervalidasi melalui penelitian risetnya.
Kedua, ia melakukan pemberdayaan di salah satu rumah jompo di Kota Malang dengan inovasi deteksi penyakit rheumatoid arthritis melalui kuku, sehingga mengurangi biaya dan waktu jika harus ke rumah sakit.
Abi juga memiliki segudang prestasi, antara lain Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat LLDIKTI 7 (Jawa Timur), Juara 1 Program Kreativitas Mahasiswa Muhammadiyah, Juara 2 PIMTANAS, Juara 3 Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional, pendanaan PKM KC 2024, partisipasi di Conference IRIC dan I-Contine, First Author buku ISBN, First Author Scopus Q3 (2 jurnal), pemegang hak cipta, dan berbagai penghargaan lainnya.
Keseluruhan pencapaian ini bermula dari kedisiplinan dan bakti kepada kedua orang tua. Menjadi mahasiswa berprestasi nasional, menurut Abi, tidak bisa dipersiapkan dalam satu atau dua tahun saja.
“Banyak hal yang harus disiapkan, salah satunya niat dan kesadaran diri untuk menjadi agent of change. Anak muda harus mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, sebab beras yang kita masak hari ini tidak ditanam kemarin sore,” tegasnya.
Abi berharap semangat ini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia. Ia menekankan pentingnya proses, mentalitas luar biasa, dan kesadaran bahwa masa depan ada di tangan generasi muda.
“Selain itu, dengan adanya Pilmapres, saya berharap banyak inovasi berdampak luas bagi masyarakat, menciptakan solusi nyata melalui inovasi,” tuturnya.
(Wildan/AS)