January 2, 2026, oleh

“Suwan Farm itu bukan sekadar kebun. Ini pusat riset,”
“Kami belajar bagaimana varietas jagung dari berbagai negara dikembangkan dan diuji ketahanannya terhadap penyakit,” jelasnya.
Suwan Farm dikenal sebagai pengembang varietas unggul Suwan 1, jagung yang tahan terhadap penyakit downy mildew dan telah menjadi andalan Thailand sejak era 1970-an.
Pusat riset ini juga menjalin kolaborasi internasional, termasuk dengan CIMMYT (International Maize and Wheat Improvement Center), serta mengembangkan produk turunan seperti susu jagung UHT sebagai bentuk hilirisasi riset.
Meski menghasilkan inovasi, Suwan Farm tidak berorientasi pada produksi massal.
Fokus utamanya tetap pada penguatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian.
Selain pusat riset, Dodo dan mahasiswa lainnya juga mengunjungi sejumlah perkebunan jagung, karet, dan kelapa.
Kunjungan ini memberi gambaran utuh tentang sistem agribisnis, dari proses budidaya hingga pemanfaatan hasil panen.
Di luar kegiatan akademik, Dodo juga merasakan dinamika kehidupan sosial dan budaya masyarakat Thailand.
Tantangan adaptasi sempat ia hadapi, terutama terkait ketersediaan makanan halal.
Namun hal tersebut tidak mengurangi nilai pengalaman yang ia peroleh selama tinggal di negeri orang.
“Soal makanan memang perlu penyesuaian. Tapi secara keseluruhan, hidup dan belajar di sana tetap menyenangkan dan memberi banyak pelajaran,” tuturnya.
Pengalaman internasional ini tidak ingin berhenti sebagai cerita semata.
Dodo bertekad membawa ilmu dan pendekatan riset yang ia pelajari untuk diterapkan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan sektor agribisnis.
“Apa yang saya pelajari di sana ingin saya terapkan di Indonesia, terutama bagaimana riset pertanian bisa menghubungkan teori dengan praktik di lapangan,” tandasnya.