December 29, 2025, oleh

HALLO MALANG – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memunculkan tekanan psikologis bagi keluarga korban, termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.
Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dengan membuka layanan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh.
Pendampingan ini diselenggarakan melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) UMM sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan mental mahasiswa di tengah situasi krisis yang berpotensi mengganggu stabilitas emosional dan aktivitas akademik.
Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) UMM, Cahyaning Suryaningrum, menjelaskan bahwa secara umum layanan BK diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Namun, dalam situasi bencana, fokus pendampingan sementara ini diarahkan pada mahasiswa UMM yang berada di Malang tetapi memiliki keluarga di wilayah terdampak.
Pendekatan tersebut dipilih karena mahasiswa menjadi kelompok yang paling cepat dijangkau sekaligus rentan mengalami tekanan psikologis yang berdampak langsung pada proses belajar.
“Yang paling memungkinkan untuk kami dampingi secara cepat adalah mahasiswa yang keluarganya berada di wilayah terdampak bencana. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, shock, hingga gangguan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan dukungan psikologis sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” ujarnya, Rabu 24 Desember 2025.
Lebih lanjut, Cahyaning menegaskan bahwa peran BK UMM tidak hanya bersifat responsif terhadap situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendukung kesehatan mental sivitas akademika secara berkelanjutan. Tekanan emosional yang tidak tertangani, menurutnya, berpotensi memengaruhi keberlangsungan studi dan kualitas kehidupan mahasiswa.
Dalam pelaksanaannya, BK UMM menerapkan pendekatan yang tidak semata-mata kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Edukasi kesehatan mental terus dilakukan melalui berbagai konten dan media agar mahasiswa memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mengelola emosi secara mandiri, terutama saat menghadapi situasi krisis yang berkaitan dengan kondisi keluarga.
“Tujuan utama kami adalah memberdayakan mahasiswa agar mampu menghadapi situasi sulit, bukan membuat mereka bergantung pada layanan konseling. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalani perkuliahan secara optimal meskipun berada dalam kondisi emosional yang menantang akibat bencana yang menimpa keluarga mereka,” ujar Cahyaning.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BK UMM membuka layanan konseling yang dapat diakses melalui berbagai mekanisme. Mahasiswa dapat mendaftar secara daring, datang langsung ke kantor BK, maupun memanfaatkan layanan komunikasi awal berbasis chat. Selain itu, pendampingan juga dapat dilakukan secara daring melalui platform digital, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa.
Melalui inisiatif ini, UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental mahasiswa.
Layanan BK diharapkan menjadi ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan kebutuhan mendasar yang mendapat perhatian serius dalam ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.