July 13, 2026, oleh Humas Universitas

Karyanik dan para mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM memperoleh paten atas mesin ekstraksi sari buah mengkudu. (UMM)

POJOKSATU.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi di bidang riset dan inovasi. Kali ini, kampus tersebut berhasil memperoleh paten granted untuk inovasi Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu, sebuah teknologi yang dikembangkan melalui penelitian mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian di perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan teknologi yang siap dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri.

Bagi mahasiswa, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bahwa penelitian yang dilakukan di bangku kuliah dapat berkembang menjadi inovasi bernilai ekonomi sekaligus memiliki perlindungan hak kekayaan intelektual.

Hasil Riset Mahasiswa Doktor UMM

Paten tersebut difasilitasi oleh Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM sebagai bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian. Riset ini digagas oleh tim yang terdiri atas Karyanik, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM, bersama Aniek Iriany, Warkoyo, dan Iis Siti Aisyah.

Penelitian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penciptaan mesin, tetapi juga mengkaji proses pengolahan buah mengkudu agar kandungan zat aktif di dalamnya tetap terjaga selama proses ekstraksi.

Mesin Ekstraksi Lebih Cepat dan Higienis

Teknologi yang dikembangkan hadir untuk mengatasi berbagai keterbatasan metode pengolahan mengkudu secara tradisional yang selama ini dinilai kurang efisien. Melalui mesin tersebut, proses pengambilan sari buah mengkudu dapat dilakukan lebih cepat, lebih higienis, serta menghasilkan kadar ekstrak yang lebih tinggi tanpa mengurangi kualitas nutrisi di dalam buah.

Baca Juga: Program Studi yang Sangat Langka di Indonesia, Jurusan Katering UNJ, Belajar Mengelola Bisnis Jasa Boga dari Dapur hingga Manajemen

Keunggulan tersebut membuka peluang pengembangan berbagai produk olahan berbasis mengkudu dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Tidak hanya bermanfaat bagi industri pengolahan pangan, inovasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani serta pelaku usaha yang mengembangkan komoditas lokal.

Bukti Daya Saing Riset UMM
Kepala Sentra HKI UMM, Nur Putri Hidayah, menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh paten menjadi indikator kuat kualitas penelitian yang dilakukan sivitas akademika UMM.

Menurutnya, paten hanya diberikan kepada inovasi yang memiliki unsur kebaruan dan manfaat nyata setelah melalui proses penilaian yang membandingkan teknologi tersebut dengan publikasi ilmiah maupun paten dari berbagai negara.

Hal itu menunjukkan bahwa hasil riset UMM mampu bersaing di tingkat global.

Jadi Inspirasi Mahasiswa Mengembangkan Inovasi
UMM berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai capaian akademik semata.

Kampus mendorong agar teknologi tersebut segera diimplementasikan secara luas sehingga mampu mengoptimalkan potensi tanaman mengkudu sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi.

Keberhasilan ini juga menjadi contoh bagi pelajar dan mahasiswa bahwa penelitian di kampus dapat berkembang menjadi karya inovatif yang terlindungi hak paten, sekaligus membuka peluang karier di bidang riset, teknologi, hingga kewirausahaan berbasis inovasi.

Dengan terus memperkuat budaya riset dan pengembangan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. ***