February 11, 2026, oleh

Malang, JurnalPost.com — Kelompok 12 kkn berdampak Upaya pengembangan Wisata Dam Cokro di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang terus dilakukan melalui pendekatan wisata berbasis edukasi dan kesadaran lingkungan. Salah satu langkah konkret yang dilaksanakan adalah pemasangan plang petunjuk arah serta plang edukasi berbasis QR Code yang memuat informasi dan edukasi mengenai kawasan wisata Dam Cokro. (2 Februari 2026).
Plang petunjuk arah dipasang di beberapa titik strategis menuju lokasi wisata untuk memudahkan akses pengunjung. Sementara itu, plang edukasi dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai menggunakan gawai pengunjung. Melalui QR Code tersebut, pengunjung dapat mengakses informasi digital yang berisi penjelasan tentang Dam Cokro, nilai sejarah dan fungsi bendungan, prinsip wisata berkelanjutan, serta panduan etika berwisata yang ramah lingkungan.

Pemasangan plang ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengalaman berwisata sekaligus menumbuhkan kesadaran pengunjung terhadap etika berwisata, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Berdasarkan pengamatan awal, masih dijumpai perilaku pengunjung yang kurang memperhatikan kebersihan dan etika di kawasan wisata, sehingga diperlukan media edukasi yang mudah diakses dan komunikatif.
Konsep edukasi ini dirancang agar pesan yang disampaikan bersifat persuasif dan aplikatif, sehingga pengunjung dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui pengalaman langsung selama berwisata. Media edukasi ini diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran informal yang tidak menggurui, namun tetap efektif dalam membentuk sikap dan perilaku positif.

Kelompok KKN 12 juga menyediakan tempat sampah kreatif yang dipilah antara sampah organik dan nonorganik. tempat sampah ini dibuat dengan memanfaatkan sisa kaleng cat dinding berukuran besar sebagai bahan utama, yang kemudian diolah menjadi media pembuangan sampah yang fungsional dan menarik. Inovasi ini diharapkan dapat mendorong pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus mengenalkan pemilahan jenis sampah sejak dini.
Koordinator Program KKN 12 menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan yang menunjukkan masih terbatasnya media informasi dan edukasi di kawasan Wisata Dam Cokro. Selain itu, kesadaran pengunjung terhadap kebersihan dan etika berwisata juga dinilai perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan mudah dipahami.
“Wisata Dam Cokro memiliki potensi alam yang besar, namun masih membutuhkan sarana pendukung agar pengunjung mendapatkan informasi yang jelas sekaligus edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Oleh karena itu, kami menghadirkan plang edukasi berbasis QR Code, penunjuk arah, serta tong sampah terpilah,” jelasnya.

Plang edukasi yang dipasang dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai oleh pengunjung untuk mengakses informasi mengenai Dam Cokro, etika berwisata, serta pesan kebersihan lingkungan. Sementara itu, plang penunjuk arah dipasang di titik-titik strategis guna memudahkan akses menuju lokasi wisata. Kehadiran tong sampah kreatif organik dan non organik diharapkan dapat mendorong pengunjung untuk membuang sampah sesuai jenisnya.