November 22, 2025, oleh Humas Universitas

Tiga mahasiswa Kelas Internasional Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama pemenang lainnya dalam Mandarin Singing Competition di Asia University Taiwan.

Berawal dari niat iseng untuk mencoba, tiga mahasiswa Kelas Internasional Psikologi UMM justru tampil memukau di Mandarin Singing Competition dan berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.

Tagar.co – Perjalanan studi di luar negeri kerap menghadirkan pengalaman tak terduga. Seperti dialami tiga mahasiswa Kelas Internasional Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Berniat hanya mencoba peruntungan, mereka justru tampil percaya diri dalam Mandarin Singing Competition di Asia University Taiwan dan pulang membawa dua penghargaan bergengsi: outstanding performance dan juara favorit.

Tiga mahasiswa UMM ini tampil mencuri perhatian pada ajang yang diikuti peserta dari berbagai negara. Dan kisah keberhasilan itu berawal dari langkah sederhana.

Salah satu anggota tim, Khanum Mayyada Tetteng, menuturkan bahwa mereka ikut serta karena dorongan ingin mencoba hal baru. “Kami awalnya mendaftar tanpa banyak pertimbangan. Niatnya cuma berani mencoba, menang atau tidak menang, yang penting tampil,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Humas UMM, Jumat (21/11/25).

Meski hanya berbekal keberanian, Khanum dan dua rekannya memilih lagu Mandarin berjudul No Reason—lagu yang menuntut kemampuan vokal dan rap dalam tingkat kesulitan tinggi. Tantangan tersebut terasa semakin berat karena mereka baru memulai kelas Bahasa Mandarin saat tiba di Asia University.

Situasi kian berubah saat mereka mengetahui bahwa kompetisi itu bukan ajang internal. “Kami sempat mengira lomba ini hanya digelar secara lokal. Namun, saat tiba di lokasi, ternyata kami tampil di panggung aula yang sangat besar, dengan kontestan dari berbagai negara seperti Filipina, Vietnam, Italia, Mongolia, India, Mesir, dan negara lainnya,” katanya.

Rasa gugup tak terhindarkan, namun mereka sepakat untuk memberikan yang terbaik. Puncak pengalaman terjadi ketika Khanum membawakan bagian rap dalam Bahasa Mandarin. Penonton yang semula hening berubah riuh memberikan dukungan, terutama dari mahasiswa internasional lain. Dukungan itu menjadi energi pendorong yang akhirnya mengantar mereka pada dua gelar bergengsi.

Prestasi tersebut menjadi satu dari sekian pengalaman berharga bagi mahasiswa Program Kelas Internasional Psikologi UMM yang tengah menempuh studi melalui skema double degree bersama Asia University, Taiwan.

Skema ini mengharuskan mahasiswa menjalani dua tahun studi di UMM dan dua tahun di Taiwan. Lulusannya akan menerima dua gelar sekaligus: Sarjana Psikologi (S.Psi) dari UMM dan Bachelor of Science (BSc) dari Asia University, yang keduanya telah diakui dan diverifikasi legalitasnya di Indonesia.

Khanum menjelaskan bahwa salah satu kekuatan UMM terletak pada penekanan praktikum bertingkat sejak semester awal. Berbeda dengan Asia University yang lebih fokus pada teori, pola pembelajaran UMM memberikan pengalaman praktik yang kaya dan aplikatif—bekal penting ketika memasuki dunia kerja.

Selain program double degree ke Taiwan, Kelas Internasional Psikologi UMM juga membuka peluang pengalaman global melalui program Credit Transfer selama satu semester ke Turki. Asia University sendiri aktif mendukung mahasiswa internasional dengan menyediakan kelas pengantar berbahasa Inggris dan memfasilitasi berbagai trip budaya maupun wisata yang dibiayai pemerintah setempat.

Menurut Khanum, pengalaman belajar di Kelas Internasional UMM sangat menentukan kesiapan mahasiswa saat berangkat ke luar negeri. Praktikum yang tersusun bertingkat serta dosen yang kompeten di bidangnya membuat mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran global.

Baca Juga:  Afirmasi Pendidikan Berkeadilan: Ujian Baru Sekolah Swasta di Era Prabowo

“Kesiapan beradaptasi dengan perbedaan budaya dan sistem pendidikan adalah kunci. Manfaatkan setiap kesempatan, baik akademik maupun non-akademik, karena pengalaman ini sangat berharga untuk membuka wawasan dan pengembangan diri,” tegasnya.

Prestasi mereka di Taiwan menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian untuk tampil di panggung global dan membuktikan diri. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni