June 26, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Upaya merawat wawasan dan semangat literasi Guru Bangsa almarhum Prof Dr Abdul Malik Fadjar terus diwujudkan melalui berbagai inovasi yang relevan dengan generasi masa kini. Salah satunya melalui pengembangan sembilan purwarupa board game edukasi karya mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2025.
Karya yang dikembangkan bersama Lets Play Indonesia dan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute tersebut resmi diuji coba di hadapan para santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Jumat (19/6/2026).
Direktur RBC Institute Dr Faizin MPd menjelaskan bahwa media edukasi tersebut dirancang secara intensif selama tiga bulan sebagai langkah strategis untuk memajukan pendidikan nasional sekaligus mewariskan nilai-nilai intelektual Abdul Malik Fadjar kepada generasi muda.
“Kami sangat berharap game-game inovatif ini nantinya tidak hanya beredar di lingkungan PPI AMF, tetapi juga dapat didistribusikan secara nasional untuk mendongkrak kapasitas, kualitas pendidikan, dan mutu sumber daya manusia kita,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Riset RBC Institute AMF Ahmad Sulaiman MEd MAg menjelaskan, proyek hilirisasi tersebut merupakan hasil integrasi delapan pertemuan kelas yang dirancang sebagai instrumen pengukur ketangguhan psikologis (psychological capital) melalui skema pretest dan posttest. Ke depan, karya tersebut juga akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Sembilan purwarupa game ini akan segera kami publikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi dan didaftarkan HAKI-nya atas nama institusi serta mahasiswa pembuatnya,” paparnya.
CEO Lets Play Indonesia, Arif Bawono Surya, turut mengapresiasi kinerja mahasiswa dalam mengembangkan purwarupa tersebut. Ia mengarahkan agar evaluasi uji coba difokuskan pada aspek fungsionalitas permainan yang dimainkan santri tingkat SMP dan SMA.
“Bagi teman-teman pembuat game, presentasikan karya kalian dan terbukalah menerima masukan. Upayakan penyempurnaan ke depan lebih difokuskan pada penguatan alur mekanika permainan atau gameplay, tanpa perlu merombak desain visual yang sudah sangat baik ini,” pesannya.
Lahirnya sembilan board game edukasi tersebut menunjukkan bahwa luaran akademik perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi instrumen dakwah pendidikan yang interaktif. Lebih dari sekadar media bermain yang menyenangkan, inovasi ini menjadi upaya menjaga semangat literasi yang diwariskan Abdul Malik Fadjar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kecerdasan kognitif dan ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan zaman.