July 8, 2026, oleh

Tagar.co – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Peternakan angkatan 2024 menciptakan Galorfeed, pakan alami ayam petelur berbahan dasar bawang putih dan daun kelor.
Inovasi ini menawarkan solusi untuk mengurangi penggunaan obat kimia di peternakan yang berpotensi meninggalkan residu berbahaya. Selain itu, juga dapat menurunkan kualitas hasil produksi unggas.
Perwakilan tim, Naufal Atthoriq, menjelaskan, timnya mengembangkan pakan alami ini karena prihatin melihat tingginya ketergantungan peternak pada obat kimia untuk memacu produksi harian. Padahal penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas telur dan berdampak kurang baik bagi kesehatan konsumen.
“Masalah krusial yang sering kami temui di berbagai peternakan adalah masifnya penggunaan obat kimia yang justru berimbas pada kualitas telur kurang baik, seperti kuning telur yang terlalu pucat serta cangkang yang sangat mudah rapuh,” ungkapnya, Kamis (3/7/2026).
Perpaduan Bawang Putih dan Daun Kelor
Lebih lanjut, Naufal menjelaskan, formulasi mash (racikan halus) Galorfeed memadukan allicin dari bawang putih sebagai antibiotik alami dan penambah nafsu makan dengan daun kelor sebagai sumber protein dan antioksidan.
Formulasi ini secara khusus memenuhi kebutuhan ayam petelur. Hasilnya, Galorfeed mampu meningkatkan kualitas ternak secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
“Melalui uji coba intensif terhadap sepuluh ekor ayam selama sepuluh hari, ayam yang mengonsumsi Galorfeed menghasilkan kuning telur yang jauh lebih pekat, cangkang yang lebih keras, serta lebih terlindungi dari paparan penyakit dibandingkan sepuluh ekor ayam lain yang tidak mengonsumsi pakan kami,” urainya.

Saat ini, Galorfeed telah diterapkan di peternakan skala rumahan di kawasan Jombang dan siap dipasarkan dengan harga kompetitif, yakni Rp8.000 per kilogram. Keberhasilan tersebut mendorong Naufal bersama tujuh rekan satu timnya untuk mengembangkan produk ini menuju tahap komersialisasi sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar berani berinovasi.
“Ekosistem pembelajaran Kampus Putih UMM sangat seru dan suportif untuk berkarya. Pesan saya kepada seluruh mahasiswa adalah jangan pernah takut gagal, karena kegagalan merupakan langkah awal menuju keberhasilan yang nyata,” tegasnya.
Produk yang Berdampak
Inovasi yang lahir dari mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan ini juga mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Dosen pengampu mata kuliah sekaligus pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., mengapresiasi terobosan yang dilakukan mahasiswanya.
Menurutnya, produk ini tidak hanya mampu menekan biaya produksi. Akan tetapi, juga membuktikan bahwa riset mahasiswa dapat menghasilkan solusi yang aplikatif bagi permasalahan di lapangan.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif para mahasiswa. Galorfeed menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan teori di kelas menjadi produk yang solutif. Yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para peternak ayam petelur,” puji Indah.
Inovasi Galorfeed menegaskan komitmen Kampus Putih UMM dalam melahirkan generasi unggul yang peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Ke depan, tim pengembang menargetkan produksi massal pakan organik ini untuk meningkatkan keuntungan pelaku UMKM peternakan. Selain itu, juga untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang lebih sehat, aman, dan berdaya saing tinggi. (#)