June 10, 2026, oleh

MAKLUMAT – Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim yang diketuai Nova Sinanti menciptakan karya inovatif berupa mesin pencuci singkong semi mekanis berbasis drum spray dan water recirculation.
Pengumuman kemenangan membanggakan ini secara resmi dilangsungkan pada hari Senin (18/5/2026). Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UMM mampu memberikan solusi aplikatif bagi masyarakat.
Ajang perlombaan bergengsi ini diselenggarakan Asosiasi Program Studi Teknik Mesin – Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APSTM-PT). Kompetisi ini menjadi wadah adu gagasan yang diikuti para mahasiswa aktif dari Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia.
Persaingan di babak final berjalan sangat ketat, karena mempertandingkan 15 tim unggulan. Di mana masing-masing kelompok terdiri atas tiga hingga lima mahasiswa.
Tim delegasi UMM yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi tampil memukau. Para juri menilai rancangan mesin ketiga mahsiswa UMM ini sangat solutif dan tepat guna.
Keunggulan utama dari inovasi buatan mahasiswa UMM ini terletak pada kombinasi teknologi efisiensi dan kapasitasnya yang besar.
Nova Sinanti menjelaskan bahwa rancangan mesin semi mekanis ini diprioritaskan bagi pelaku UMKM. “Tujuannya untuk memangkas waktu produksi secara drastis bagi pelaku UMKM yang selama ini sangat bergantung pada pencucian manual,” ujarnya.
Nova menerangkan bahwa alat tersebut dilengkapi sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku serta perangkap sedimen untuk memisahkan kotoran secara otomatis.
“Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong. Sebelumnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja,” lanjutnya.
Ketiga mahasiswa ini menambahkan fitur drum spray dan sirkulasi air yang terintegrasi dengan sediment trap. Dengan demikian, pemakaian air jauh lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong.
Selain memangkas beban kerja, alat pembersih ini diyakini mampu menjaga stabilitas mutu bahan baku yang sangat krusial. “Teknologi air sengaja kami desain sedemikian rupa agar tidak merusak tekstur daging singkong,” lanjutnya menjelaskan.
Penggunaan sistem sirkulasi pada alat ini berperan layaknya bantalan air. Skema ini memudahkan kulit singkong terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya. “Dengan hasil pencucian yang maksimal, UMKM bisa memproduksi keripik dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang tidak pahit akibat sisa getah atau pasir,” pungkasnya.