June 4, 2026, oleh

rri.co , MALANG – Semangat perempuan muda Indonesia dalam membawa perubahan positif tercermin dari sosok Mira Sapriyawati, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang aktif di berbagai kegiatan sosial, pendidikan, hingga diplomasi budaya internasional.
Mira dikenal sebagai mahasiswa yang aktif mengangkat isu pemberdayaan perempuan, kesehatan mental, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan melalui berbagai organisasi dan program kepemudaan.
Saat ini, ia dipercaya sebagai Ambassador Women in Tourism Indonesia serta aktif dalam kampanye kesetaraan gender dan peningkatan kesadaran budaya di sektor pariwisata.
“Perempuan muda harus berani mengambil ruang, menyampaikan ide, dan menjadi bagian dari perubahan sosial,” ungkap Mira dalam dialog Pro 2, Selasa (2/6/2026).
Tak hanya aktif dalam kampanye sosial, Mira juga terlibat dalam berbagai program internasional, salah satunya sebagai delegate Republic of Korea pada simulasi United Nations Environment Programme (UNEP) dalam kegiatan Model United Nations.
Ia juga menjadi peserta dalam ASEAN Youth Creative Summit 2024 serta Asia-Europe Conference and Exchange Program yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai diplomasi, budaya, dan kerja sama internasional.
Di lingkungan kampus, Mira aktif sebagai Project Coordinator SDGs Student Center UMM dengan fokus pada isu Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kesetaraan gender, pengurangan kesenjangan, dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui program tersebut, ia menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan edukatif, termasuk “1000 Tree Expedition” yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.
Selain itu, Mira juga aktif sebagai tutor bahasa Inggris dan content writer di sejumlah media seperti Kumparan, Korea.net, UMM FM 93.4, dan Koran Kampus Bestari UMM.
Berbagai pengalaman tersebut menjadikan Mira sebagai salah satu representasi perempuan muda yang aktif, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam isu global melalui pendidikan, komunikasi, dan diplomasi budaya.