February 20, 2026, oleh

mureks.co, Kota Malang kembali menunjukkan pesonanya sebagai magnet pariwisata, terutama saat momen libur panjang Hari Raya Imlek 2026 yang baru saja berlalu dan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Dua destinasi ikonik di jantung kota, Kampung Heritage Kajoetangan dan Kampung Warna-Warni Jodipan, terpantau ramai diserbu ribuan wisatawan dari berbagai daerah. Fenomena ini tak hanya menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal, tetapi juga menandai tren baru dalam menikmati suasana kota jelang waktu berbuka puasa.
Menurut data terbaru, sejak Sabtu, 14 Februari 2026, kedua kampung tematik tersebut mencatat lonjakan kunjungan signifikan, dengan sekitar 2.500 wisatawan memadati setiap harinya. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa di Kampung Heritage Kajoetangan yang rata-rata hanya 600 pengunjung, dan melonjak hingga 50 persen di Kampung Warna-Warni Jodipan. Puncak keramaian terjadi pada akhir pekan, di mana banyak pelancong dari luar kota turut meramaikan suasana.
Kampung Heritage Kajoetangan: Nostalgia di Tengah Kota
Kampung Heritage Kajoetangan, yang dikenal sebagai ‘museum hidup’ dengan arsitektur kolonial Belanda yang terawat, menjadi primadona bagi mereka yang mencari pengalaman wisata sejarah. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, mengungkapkan bahwa lonjakan ini masih di bawah periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang mampu menembus 4.000 pengunjung per hari. Namun, pada periode Nataru 2025/2026, kawasan ini bahkan mencatat rekor kunjungan tertinggi hingga 31.000 orang dalam sepekan (24-31 Desember 2025), dengan puncak 5.500 pengunjung pada 27 Desember 2025.
Selain menikmati keindahan bangunan bersejarah, wisatawan juga dimanjakan dengan beragam kuliner khas lokal yang dijajakan oleh 254 pelaku UMKM di sepanjang gang-gang kampung. Penjualan UMKM dilaporkan meningkat signifikan, bahkan beberapa pedagang mampu menghabiskan hingga 2.000 cup dagangan dalam sehari selama masa liburan. Menjelang Ramadan 2026, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi magnet utama untuk kegiatan ngabuburit. Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Perhubungan Kota Malang telah bersiap memperketat pengawasan parkir liar, mengimbau pengunjung untuk memanfaatkan gedung parkir yang tersedia.
Kampung Warna-Warni Jodipan: Transformasi Penuh Warna
Tak jauh berbeda, Kampung Warna-Warni Jodipan juga menarik perhatian dengan deretan rumah yang dicat cerah dan mural artistik. Kampung yang dulunya merupakan kawasan kumuh di tepi Sungai Brantas ini bertransformasi pada tahun 2016 berkat inisiatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dan dukungan perusahaan cat. Dengan tiket masuk yang terjangkau sekitar Rp 5.000 per orang, pengunjung dapat menikmati spot foto menarik seperti jembatan kaca dan tangga pelangi.
Meskipun sempat menghadapi tantangan persaingan dengan kampung tematik lain dan kurangnya dana pengecatan pada awal 2025, Kampung Warna-Warni Jodipan terus berupaya mempertahankan daya tariknya. Ketua Pokdarwis KWW, Kodar Agus, menyebut bahwa kunjungan wisatawan meningkat 50 persen dibanding hari biasa saat periode libur Imlek dan jelang Ramadan ini. Uniknya, pada awal 2025, kampung ini justru lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dibandingkan domestik. Pendapatan dari tiket masuk tidak hanya untuk operasional, tetapi juga dialokasikan untuk kesejahteraan warga, termasuk pembagian sembako, bantuan medis, hingga santunan anak yatim dan kaum dhuafa.
Malang Raya Siap Sambut Ramadan dengan Beragam Tradisi
Secara keseluruhan, Kota Malang menargetkan 3,4 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2026, meningkat 10 persen dari target tahun sebelumnya yang telah terlampaui. Peningkatan aksesibilitas melalui jalan tol dan rute penerbangan domestik turut mendukung pertumbuhan pariwisata di Malang Raya. Menjelang Ramadan 2026, berbagai tradisi lokal seperti megengan, prepekan pasar, dan gugur gunung mulai semarak di Malang. Selain itu, banyak tempat seperti Alun-alun Merdeka yang baru direvitalisasi, dan kafe-kafe estetik seperti Sweetheart Cafe, juga menjadi pilihan favorit untuk ngabuburit. Hotel-hotel pun turut menawarkan paket buka puasa bersama, menunjukkan kesiapan Malang menyambut bulan suci dengan semarak.