April 6, 2026, oleh

Abdullah Husein, memang lebih akrab dikenal dengan nama Vino atau Vinoqi. Dia memulai bisnis entertainment di momen yang menantang. Yakni masa pandemi Covid-19. Vino saat itu mengenalkan jasa hiburan dengan gencar menggunakan keterbatasan pergerakan manusia secara fisik. Yakni lewat media sosial di tahun 2021.
Sebelum bisnisnya ini terbentuk, Vino sudah lebih lama malang melintang sebagai pengisi acara. Yakni sejak tahun 2008. Mengetahui kebutuhan sebuah event terus berkembang dan kebutuan jasa hiburan juga semakin dinamis dia memberanikan diri membentuk Vinoqi Entertainment sebagai brand bisnisnya sendiri.
Dari situlah Vinoqi Entertainment berkembang sebagai penyedia jasa hiburan yang komplit. Karena hingga kini bisa menyediakan jasa pengisi acara hingga hiburan dalam berbagai bentuk yang kreatif.
“Kami mencakup kebutuhan mitra kami (mitra seperti Event Organizer dan Wedding Organizer). Kami menyediakan band, MC, DJ sampai tim orkestra juga ada sesuai kebutuhan dan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan,” jelas lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.
Vino menjelaskan bahwa Vinoqi Entertainment sudah memiliki cabang di dua daerah besar lainnya selain berbasis di Malang Raya. Yakni ada di Bali dan di Jakarta. Ekspansi ini dilakukannya menjawab kebutuhan jasa hiburan yang semakin besar dan dinamis setiap zamannya.
Pria kelahiran tahun 1988 ini mengaku bahwa salah satu tantangan terbesar mengembangkan bisnis di dunia entertainment ini adalah memenuhi ekspektas klien.
“Karena kami ini sering viral di media sosial (konten-konten Vinoqi Entertainment di Instagram dan Tiktok) jadi orang datang mau pakai jasa kami pasti punya ekspektasi yang besar. Tantangannya adalah memenuhi ekspektasi itu. Alhamdulilah sampai saat ini ekspektasi klien selalu terpenuhi,” tegas Vino.
Maka dari itulah hal utama yang harus dipegangnya untuk menjaga eksitensi bisnisnya adalah tetap berinovasi. Inovasi harus terus dilahirkan dengan cermat melihat kondisi dan tren yang ada.
Dia menganggap hal itu menjadi hal utama yang dipegangnya untuk menjaga kelangsungan bisnisnya kedepan. “Apalagi tren hiburan saat ini terus berganti-ganti. Sebulan saja sudah ganti. Kalau kami tidak inovasi dan ikut lalu adaptasi dengan tren saat ini nanti bisa kacau,” pungkas alumnus SMAN 1 Lawang itu. (ica/van)