June 1, 2016, oleh Humas Universitas

Foto: Muhammad Zulfikar Akbar.

PROGRAM Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan pagelaran seni dan budaya di pelataran lantai 2,5 Gedung Kuliah Bersama (GKB) I, UMM. Pagelaran yang diselenggarakan rutin tiap tahun ini mengangkat tema “Eksistensi Budaya NKRI Berbasis Modal Kultural di Tengah Pasar Bebas ASEAN”.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Rahmad memaparkan, tema tersebut menyiratkan pesan pada generasi muda agar bisa melestarikan budaya nasional di era globalisasi, khususnya di kawasan ASEAN.  “Sayangnya, fenomena yang saat ini berkembang, generasi muda justru mulai meninggalkan, bahkan melupakan budaya sendiri dan malah mengadopsi budaya dari luar,” ujarnya.

Mahasiswa asal Tarakan, Kalimantan Utara ini juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki keragaman seni dan budaya. “Tugas kita sebagai generasi muda wajib tahu, mempelajari, dan juga melestarikan budaya di Indonesia, setidaknya di daerah kelahirannya masing-masing,” urainya.

Pada gelaran ini, berdiri stan-stan dari hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Setiap stan menampilkan berbagai ciri khas dan kearifan lokal dari daerahnya masing-masing, mulai dari makanan, pakaian adat, hingga alat perang dan lainnya. Selain itu, ada juga pawai budaya dan talkshow yang mengundang ahli sejarah.

Toraya, salah satu mahasiswa yang meramaikan gelaran ini merasa sangat antusias dengan diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, saat ini perlu adanya wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan budaya dan kesenian dari daerahnya masing-masing. “Dengan cara ini, mereka bisa bangga dan mencintai daerah asalnya,” ujar mahasiswi asal Sampit, Kalimantan Tengah ini.

Ia berharap, gelaran ini bisa membuat generasi muda, khususnya mahasiswa untuk selalu mencintai dan bisa melestarikan budaya Tanah Air. (gas/han)