December 12, 2025, oleh Humas Universitas

Agam, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten Agam menyambut kedatangan tim relawan dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Agam, yang berlokasi di Balairong Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (10/12/2025).

Kedatangan para relawan disambut langsung oleh Staf Ahli Bupati Agam, Dandi Pribadi. Dalam kesempatan tersebut, Dandi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim relawan atas kepedulian mereka terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kabupaten Agam saat ini sangat membutuhkan dukungan tenaga relawan untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana. Kehadiran adik-adik relawan menjadi semangat baru bagi kami dan masyarakat,” ujar Dandi.

Dandi juga memaparkan kondisi terkini pascabencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam. Ia menjelaskan dampak yang ditimbulkan serta langkah-langkah penanganan yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait.

Sementara itu, Ketua Tim Relawan, Indra Feri, menjelaskan bahwa sebanyak 48 relawan diterjunkan ke Kabupaten Agam. Mereka terdiri atas mahasiswa dari Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.

“Relawan yang kami turunkan akan fokus pada tiga bidang utama, yaitu tenaga medis, tenaga psikososial, dan layanan WASH,” jelas Indra Feri.

Ia menambahkan, layanan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) merupakan upaya penyediaan dan penyaringan air bersih guna membantu masyarakat terdampak bencana. Untuk mendukung kegiatan tersebut, tim membawa 10 unit alat penyaringan air yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis agar mudah diakses warga.

“Sepuluh unit alat penyaringan ini akan dipasang di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat terdampak agar mereka tetap memperoleh air bersih yang layak,” tambahnya.

Kehadiran tim relawan dari dua perguruan tinggi besar ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat serta memperkuat upaya pemulihan kondisi masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam.

(MC Agam/Harry)