May 20, 2026, oleh

Sekda Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara di hadapan ribuan Wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), beberapa waktu lalu.(Foto: Dok. UMM).
“Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain.”
DEMAK, SUDUTPANDANG.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Akhmad Sugiharto, ST, MM, mengungkap perjalanan hidupnya yang pernah berjualan hasil bumi sebelum akhirnya mengemban amanah jabatan strategis di pemerintahan. Pengalaman tersebut, membuktikan bahwa kesuksesan membutuhkan ketangguhan dan kerja keras.
Kisah penuh perjuangan dan inspiratif tersebut disampaikan Akhmad saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu.
Di hadapan ribuan wisudawan, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan sejak merantau ke Kota Malang pada 1991 untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Sipil UMM.
Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang, beberapa waktu lalu (Foto: Dok. UMM).
Akhmad mengenang masa awal dirinya merantau ke Kota Apel pada 1991 untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Sipil UMM.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Akhmad menjalani kehidupan mahasiswa secara sederhana. Meski demikian, ia tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pengalaman hidup selama masa kuliah menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan beradaptasi dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan.
“Di UMM saya belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana bertahan dalam situasi sulit dan tetap memiliki semangat untuk terus maju,” ungkap Akhmad.
Tantangan terbesar, lanjutnya, justru datang setelah lulus kuliah pada 1997. Berulang kali melamar pekerjaan namun belum berhasil membuatnya harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Akhmad pun sempat berjualan hasil bumi, sebuah fase yang diakuinya menjadi titik paling berat sekaligus paling berharga dalam hidupnya.
Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam semalam. Ketekunan, doa orang tua dan keyakinan untuk terus berusaha menjadi kekuatan utama yang membuatnya mampu bangkit.

Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang, beberapa waktu lalu (Foto: Dok.UMM).
Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 1998, Akhmad berhasil lolos seleksi CPNS dan mulai mengabdikan diri di pemerintahan.
Tak hanya sukses dalam karier birokrasi, Akhmad juga dikenal melalui inovasinya di bidang infrastruktur.
Selain dikenal di bidang birokrasi, Akhmad juga disebut menggagas pembangunan jalan beton atau rigid pavement di Kabupaten Demak pada 2010.
Konsep pembangunan jalan tersebut dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan jalan aspal konvensional, serta kemudian diadopsi sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Menurut Akhmad, keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan karena setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan mental yang kuat.
Menurutnya, tantangan hidup justru menjadi proses penting dalam membentuk mental yang kuat dan karakter kepemimpinan.
Perjalanan hidup Akhmad Sugiharto menjadi gambaran bahwa kerja keras, ketekunan, dan integritas dapat menjadi modal untuk meraih keberhasilan di tengah berbagai keterbatasan.(red).