September 8, 2016, oleh Humas Universitas

Salah satu aksi pro-lingkungan yang dilakukan mahasiswa baru UMM, yaitu gerakan tanam pohon.

KEGIATAN Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2016 yang berlangsung sejak Senin (5/9) hingga hari ini, Kamis (8/9) tak hanya mengenalkan mahasiswa baru pada budaya ilmiah-akademik. Mahasiswa juga dibiasakan dengan kepekaan terhadap pembentukan lingkungan kampus yang sehat dan bersih.

Terkait hal ini, Wakil Rektor II Dr Nazarudin Malik MM menekankan, program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan UMM sejak 2013 harus terejawantah dalam setiap kegiatan UMM. Untuk itu, Nazarudin tak hanya menargetkan Pesmaba kali ini bebas sampahatau zero waste, tapi yang lebih penting, agar kesadaran pro-ekologis benar-benar menancap dalam diri mahasiswa baru.

Menurut Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM Husamah, tradisi membangun kampus yang ramah lingkungan telah mengakar kuat dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pimpinan UMM. Beberapa kebijakan itu, disebut Husamah, di antaranya yaitu upaya memperbanyak dan menjaga tetumbuhan di kawasan kampus. “Tumbuhan, selain menyerap karbondioksida, juga berguna menghasilkan oksigen. Kampus juga makin rindang dan menyehatkan,” kata Husamah.

Kebijakan pro-lingkungan, lanjut Husamah, juga tampak pada kebijakan tentang pengurangan penggunaan kendaraan bermotor di kawasan kampus, baik oleh dosen maupun mahasiswa, serta mendorong kebiasaan jalan kaki. “Harapannya, itu dapat mengurangi emisi gas karbondioksida dan karbonmonoksida yang dihasilkan kendaraan. Karena kedua gas tersebut merupakan penyumbang global warming dan perubahan iklim.”

Semangat pro-lingkungan yang telah dibangun UMM ini, tak hanya tampak pada kegiatan Pesmaba di tingkat universitas, namun juga pada berbagai aktivitas Pesmaba di sejumlah fakultas. Misalnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang menggalakkan gerakan ambil sampah. Demikian pula Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) yang menjalankan program tanam pohon dan daur ulang barang bekas.

Ketua Panitia Pesmaba UMM 2016 Shobrun Jamil berharap, dengan berbagai program tersebut diharapkan mahasiswa memiliki rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Shobrun menambahkan, rangkaian program tak akan berhenti pada Pesmaba saja. Di student day yang akan berlangsung setiap hari Sabtu pasca-Pesmaba, visi itu akan semakin diperkuat.

“Nantinya, pada student day, akan lebih banyak lagi bervisi lingkungan. Seperti bersih-bersih sungai, bersih-bersih taman kota, bersih-bersih jalan. Kami juga terinspirasi kampung wisata Jodipan yang merupakan kreasi mahasiswa UMM,” jelas Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMM ini. (can/ich/han)