June 24, 2026, oleh Humas Universitas

Program liburan edukatif bertajuk “Bocah Petualang di Kampus Putih” (Foto: Rino Humas)

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar program liburan edukatif bertajuk “Bocah Petualang di Kampus Putih”. Digelar dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 23 dan 24 Juni 2026, kegiatan perdana ini membludak dan berhasil menarik antusiasme ratusan siswa tingkat TK dan SD dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Berbeda dengan program liburan pada umumnya, inisiatif ini mengajak peserta merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif dan tidak membosankan dari pagi hingga siang hari. Setelah senam ceria, anak-anak mendapatkan sesi literasi seru dan edukasi pengolahan sampah untuk melatih kepedulian lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak bermain permainan tradisional yang melatih kekompakan, menjelajah berbagai sudut menarik kampus, hingga menyelesaikan tantangan kreasi budaya secara berkelompok.

Ketua Program Studi PGSD UMM sekaligus penanggung jawab acara, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini lahir dari komitmen prodi untuk menghadirkan ruang belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

“Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar mengenal lingkungan kampus sejak dini melalui aktivitas eksploratif, edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Beti memaparkan bahwa pendekatan experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung ini sangat sejalan dengan karakter pembelajaran di PGSD UMM. Antusiasme masyarakat terhadap metode ini juga terbukti sangat tinggi, menilik dari lonjakan peserta dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, program Bocah Petualang di Kampus Putih mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hanya dalam dua hari setelah pendaftaran dibuka, sudah ada seratus anak yang mendaftar,” ungkapnya.

Respons positif turut datang dari para wali murid yang mendampingi. Indria, salah satu orang tua siswa, sangat mengapresiasi dan merasa terbantu karena program ini mampu menjadi alternatif kegiatan positif yang edukatif untuk mengisi waktu luang di masa libur sekolah.

“Anak-anak sangat senang dan bahkan menantikan kegiatan seperti ini lagi. Kami berharap program berikutnya dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif sehingga pengalaman belajar anak semakin beragam,” jelas Indria.

Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang liburan yang memiliki nilai edukasi yang kuat. Ke depannya, “Bocah Petualang di Kampus Putih” diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang membawa manfaat luas. Pada akhirnya, program ini menjadi jembatan strategis untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak, mengasah kreativitas, serta membangun mimpi mereka agar kelak semangat menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.(rik/faq)

 

Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman