July 24, 2026, oleh Humas Universitas

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), M. Musthofa Kamal, menyabet Juara 1 Cabang Fotografi pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026 pada 7–14 Juli lau. Melalui karya fotografi dokumenter bertajuk “Perempuan Hebat di Jalanan”, Musthofa sapaan akrabnya berhasil mengungguli lebih dari 30 delegasi perguruan tinggi se-Jawa Timur. Kemenangan ini sekaligus memastikannya melenggang sebagai perwakilan provinsi di ajang nasional mendatang.

Dalam kompetisi bergengsi tersebut, ia menerjemahkan tema besar Kota Pahlawan dengan menyoroti sisi humanis masyarakat urban. Lensa kameranya merekam realitas perjuangan Ibu Sari Sarigen, seorang pedagang gorengan asal Lamongan yang telah merantau ke Surabaya sejak 1987. Menjadi orang tua tunggal pasca kepergian sang suami pada 1990, Ibu Sari gigih bertahan hidup di kawasan Kota Tua Surabaya. Pendapatan sebesar Rp100 ribu per hari ia kumpulkan demi membesarkan anak semata wayangnya. Bahkan ketika sang anak kini telah dewasa, ia tetap konsisten bekerja mandiri agar tidak bergantung secara ekonomi.

Menurutnya, sosok Ibu Sari merepresentasikan keteguhan dan semangat bertahan hidup yang luar biasa di kerasnya kehidupan kota. Ia menjelaskan bahwa membangun kepercayaan adalah kunci utama dalam fotografi dokumenter. Oleh karena itu, sebelum mengambil gambar, ia terlebih dahulu berbincang dan turun langsung membantu Ibu Sari berjualan agar cerita yang direkam tampil utuh dan autentik.

“Pelajaran paling berkesan dari sosok beliau adalah bagaimana seseorang harus mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa merepotkan orang lain, serta pantang menyerah menghadapi kerasnya jalan hidup yang penuh misteri,” urainya.

Lebih lanjut, capaian gemilang ini berbanding lurus dengan dukungan penuh dari UMM. Usai menjuarai Rektor Cup UMM 2025, ia menerima pendampingan intensif sekaligus pembiayaan penuh dari Kampus Putih untuk berlaga di PEKSIMIDA. Kemampuan teknis dan kepekaan sosialnya juga terus terasah melalui pembelajaran berbasis proyek di kelas, serta keterlibatannya di Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Fotografi Club (JUFOC) UMM.

“Keunggulan iklim perkuliahan di Kampus Putih adalah mahasiswa sangat didorong pada implementasi praktik lapangan. Mahasiswa tidak sekadar menelan teori di kelas, melainkan langsung mengasah keahlian teknis secara nyata,” paparnya.

Prestasi di tingkat provinsi ini semakin memperkaya rekam jejak Musthofa, yang sebelumnya juga memborong tiga gelar juara pada kejuaraan fotografi nasional di Cirebon. Kini, ia tengah memusatkan fokus dan persiapan untuk berlaga di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS). Sebagai penutup, ia membagikan pesan bernada motivasi bagi generasi muda agar tidak membatasi ruang belajarnya hanya di dalam kampus.

“Perkuliahan itu bukan hanya tentang datang ke kelas. Mahasiswa harus proaktif menjalin relasi dan mengasah soft skill secara nyata di lapangan agar tidak tertinggal oleh cepatnya perkembangan zaman,” tegasnya.(*)