January 24, 2026, oleh Humas Universitas

PROFESIONAL: Ribuan mahasiswa PPG UMM dikukuhkan dan siap menjadi agen perubahan dan pendidik profesional pada Kamis (22/1).

radarmalang, MALANG – PPG Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan dan mengambil sumpah profesi terhadap 3.016 guru, Kamis (22/1). Ribuan peserta yang mengikuti prosesi secara luring dan daring tersebut merupakan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Mata Pelajaran Umum Batch II Kementerian Agama Tahun 2025.

Pengukuhan ini menegaskan komitmen UMM dalam mencetak guru profesional dan berdaya saing untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Para peserta telah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan profesi sebagai syarat pengakuan kompetensi dan legalitas profesi pendidik.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RIDr. Fesal Musaad, M.Pd., menegaskan, mutu pendidikan madrasah sangat ditentukan oleh kualitas guru.

”Mutu pendidikan madrasah tidak ditentukan oleh kurikulum semata, melainkan oleh sejauh mana negara memastikan guru-gurunya diakui sebagai profesi yang berkompetensi dan berkelanjutan,” ujarnya.

BERI AMANAH: Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menegaskan pendidikan madrasah sebagai bagian integral dari kultur pendidikan bangsa.

Ia menambahkan, guru merupakan kunci keberhasilan pembelajaran.

”Peserta didik tidak mungkin mencapai kompetensi tinggi apabila gurunya berkompetensi rendah. Guru adalah ujung tombak pembelajaran,” tegas Fesal.

Karena itu, menurutnya, program PPG dalam jabatan menjadi bagian penting dari upaya negara menjamin mutu pendidikan madrasah.

Ketua Program PPG FKIP UMM Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., menyebut pengambilan sumpah profesi sebagai fase penting perjalanan pendidik.

SAMBUTAN: Ketua Program PPG UMM Prof Trisakti Handayani menekankan pendidik yang terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan diri.

”PPG dalam jabatan bukan sekadar proses administratif memperoleh sertifikat, tetapi pengakuan atas dedikasi dan komitmen guru dalam meningkatkan kualitas diri dan pendidikan nasional,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital.