July 3, 2026, oleh

Tagar.co – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si. menyampaikan pandangan mengenai tantangan pendidikan saat ini.
Bagi Khozin, tantangan itu tidak hanya terletak pada kemampuan anak dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, juga pada kemampuan keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter, akhlak, serta ketahanan mental anak.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan motivasi pendidikan dalam acara Pisah Pasrah murid kelas VI SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A dan B. Kegiatan bertajuk “Menyulam Cinta, Menggapai Hangatnya Cita-Cita” itu berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik pada Kamis (25/6/2026).
Momen kelulusan ini terasa istimewa karena tidak hanya para murid kelas VI yang bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah yang hadir. Akan tetapi, juga para orang tua yang turut mendampingi putra-putri mereka dalam prosesi pelepasan.
Ukuran Keberhasilan Pendidikan
Dalam paparannya, Khozin mengulas berbagai strategi mendidik generasi muda di tengah perkembangan era digital yang berlangsung sangat cepat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat terukur semata-mata dari prestasi akademik, melainkan juga dari kualitas kepribadian dan akhlak yang dimiliki anak.
Khozin menjelaskan, generasi saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda daripada generasi sebelumnya. Mereka hidup di tengah arus informasi yang tidak terbatas, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, serta pengaruh media sosial yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif.
Karena itu, menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan material anak. Orang tua juga harus hadir sebagai pendamping, sahabat, sekaligus teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa keteladanan orang tua merupakan metode pendidikan yang paling efektif dan paling mudah anak-anak tiru.
“Anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi mereka juga memperhatikan dan meniru apa yang kita lakukan. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Orang tua harus menjadi contoh dalam ibadah, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia,” jelas guru besar bidang Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
Rumah Penuh Kasih Sayang
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun suasana rumah yang hangat, nyaman, dan penuh kasih sayang. Menurutnya, rumah harus menjadi tempat terbaik bagi anak untuk belajar, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan memperoleh dukungan emosional.
Selain itu, Khozin mengajak para orang tua untuk memberikan ruang kepada anak dalam mengembangkan potensi dan cita-citanya. Ia menilai bahwa setiap anak memiliki keunikan, bakat, dan kecerdasan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak tepat jika seluruh anak menempuh jalan yang sama dengan paksaan.
“Jangan memaksakan mimpi orang tua kepada anak. Tugas kita adalah menemukan potensi terbaik mereka, mendampingi prosesnya, dan mendoakan keberhasilannya. Anak yang tumbuh dengan cinta, kepercayaan, dan dukungan akan memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan zaman,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UMM ini.
Keseimbangan Empat Aspek
Dalam kesempatan tersebut, Khozin juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual. Menurutnya, keberhasilan seseorang pada masa depan sangat terpengaruh oleh kemampuan mengelola keempat aspek tersebut secara seimbang.

Sebagai salah satu pesan utama dalam materinya, Khozin mengajak para orang tua untuk terus mendoakan anak-anaknya. Ia mengutip doa yang bersumber dari hadis Rasulullah saw. agar para orang tua selalu memanjatkannya. Doa tersebut berbunyi Allahumma faqqihu fid-diin wa ‘allimhu ta’wiil, yang artinya, “Ya Allah, pahamkanlah ia dalam urusan agama dan ajarkanlah kepadanya ilmu takwil (tafsir Al-Qur’an).”
Menurut Khozin, fondasi pemahaman agama yang kuat sejak usia dini merupakan benteng terbaik bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang tinggi harus berjalan seiring dengan kekuatan iman dan akhlak.
Antusiasme dan keharuan juga dirasakan oleh para wali murid SD Mugres yang hadir. Salah seorang wali murid mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Sangat menyentuh hati dan sarat ilmu. Materi yang disampaikan Prof. Khozin membuka wawasan kami sebagai orang tua. Momentum pisah pasrah ini menyadarkan saya bahwa mendampingi anak yang mulai memasuki usia remaja membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan doa yang tidak boleh putus” ungkap wali murid dari M. Fathan Afdiansyah.