January 10, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Guna mendongkrak kemandirian ekonomi desa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) mengubah wajah Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Melalui pendampingan intensif, lahan kas desa disulap menjadi sentra agrowisata produktif yang mengintegrasikan peternakan, pertanian modern, dan wisata edukasi. Program ini telah berjalan selama empat bulan terakhir dan masih terus dikembangkan.
Desa Sumbergedang memiliki lahan kas desa strategis seluas enam hektare. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi langkah kunci kolaborasi antara pemerintah desa dan UMM dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian bernilai tambah yang terintegrasi.
Pendampingan dilakukan melalui skema P3M oleh tim yang diketuai Prof Dr Ir Sujono MKes IPU bersama Fakultas Pertanian UMM dengan merancang sistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Pada tahap awal, kami memperkuat ekonomi dasar masyarakat melalui pengembangan peternakan, perikanan, serta UMKM berbasis hasil pertanian seperti keripik pisang dan minuman tradisional,” ujar Sujono.
Menurutnya, penguatan ekonomi dasar menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki pengalaman berusaha dan kesiapan sebelum mengelola agrowisata yang lebih kompleks. Setelah ekosistem usaha terbentuk, fokus pendampingan diarahkan pada pengembangan atraksi utama agrowisata.
Daya tarik utama agrowisata Desa Sumbergedang saat ini adalah budidaya melon lavender yang menerapkan teknologi smart farming. Budidaya dilakukan di dalam greenhouse berukuran 11×40 meter dengan kapasitas sekitar 1.450 tanaman. Sistem hidroponik yang digunakan dilengkapi dengan pengendalian irigasi dan nutrisi berbasis digital.
“Penerapan teknologi digital memungkinkan pengelolaan tanaman dilakukan secara presisi. Kebutuhan nutrisi dan pengairan dapat dikontrol melalui ponsel, sehingga risiko kesalahan perawatan bisa diminimalkan. Ini sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian modern bagi warga,” jelasnya.
Selain melon, tim UMM juga mengembangkan perkebunan pisang di lahan seluas 1,5 hektare. Sebanyak 1.500 pohon pisang dari varietas unggul seperti raja nangka, raja bulu, dan cavendish telah ditanam. Kebun pisang ini diproyeksikan memperkuat identitas Desa Sumbergedang sebagai sentra pertanian sekaligus penunjang wisata edukasi.
Dari sisi ekonomi, hasil budidaya menunjukkan potensi yang menjanjikan. Pada usia tanaman 65 hari, berat melon rata-rata telah mencapai 1,5 kilogram dengan target 2 kilogram saat panen. Dengan estimasi produksi lebih dari dua ton dalam satu siklus tanam, agrowisata ini berpeluang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan desa.
Ke depan, greenhouse dirancang mampu berproduksi secara berkelanjutan dengan empat kali siklus tanam setiap tahun. Sujono berharap pengembangan agrowisata terus diperluas dengan penambahan berbagai wahana edukasi, sehingga Desa Sumbergedang tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga menjadi pusat rujukan agrowisata melon dan pisang di Kabupaten Pasuruan.
(Faqih/AS)