April 22, 2026, oleh

Komitmen kuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memadukan inovasi pendidikan, kemandirian finansial, dan pengabdian masyarakat kembali berbuah manis. Kampus Putih ini resmi dianugerahi penghargaan bergengsi oleh Berita Jatim untuk Kategori Sektor Pendidikan dengan sub-kategori Pelopor Edu-Sociopreneurship dan Ekosistem Kampus Mandiri. Penyerahan penghargaan ini dilangsungkan secara meriah di Ballroom Grand City, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026).
Menanggapi raihan tersebut, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., menyebut penghargaan ini sangat selaras dengan nilai inti yang diusung kampus, yakni UMM Values. “Pada dasarnya, keberadaan UMM harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami merancang program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pendekatannya adalah memanfaatkan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan umat,” ujarnya .
Predikat Ekosistem Kampus Mandiri yang diraih UMM bukanlah isapan jempol belaka. Bukti nyata terlihat dari kemandirian energi yang telah diterapkan. Indah sapaan akrabnya memaparkan bahwa UMM telah memfungsikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan panel surya. Inovasi ini terbukti mampu menyuplai 40 hingga 50 persen kebutuhan listrik kampus di malam hari, termasuk penerangan jalan.
Selain energi, UMM juga membangun kemandirian logistik. Kampus putih juga mengelola lahan pertanian sendiri untuk menyuplai kebutuhan pangan sehat seperti sayur dan telur langsung ke Rumah Sakit UMM.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kemandirian finansial UMM juga ditopang oleh deretan unit bisnis komersial berskala besar. Saat ini, UMM mengelola tiga hotel beserta restoran, SPBU, bengkel yang rutin menjadi tempat magang siswa SMK, hingga Taman Rekreasi Sengkaling. UMM juga mengelola Rumah Sakit Kelas B yang melayani pasien umum maupun BPJS tanpa diskriminasi pelayanan.
“Keuntungan dari unit-unit usaha ini mensupport operasional UMM. Sekaligus, unit produksi ini menjadi tempat magang anak-anak, sehingga bisnis dapat menopang kampus secara mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, penghargaan ini adalah apresiasi yang wajar mengingat rekam jejak UMM yang masif dalam memberdayakan masyarakat, sejalan dengan semboyan Dari UMM untuk Bangsa.
“Kami bahkan memiliki program yang men-support pemerintah untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membantu ke sana,” tutup Prof. Indah menegaskan kiprah sosiopreneur UMM di tingkat nasional.(*faq)
Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman