October 29, 2025, oleh Humas Universitas

Ketua Umum LPTK PTMA Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum dan Ketua Asosiasi PBSI LPTK PTMA Prof Dr Sugiarti MSi saat memberikan paparan dalam Rakernas PBSI PTMA di Kapal Garden Universitas Muhammadiyah Malang. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 18–19 Oktober 2025 di Kapal Garden Sengkaling, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 program studi PBSI dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia. Rakernas tahun ini mengusung tema Revitalisasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Berbasis Kecerdasan Artifisial (AI) dan Nilai Kemuhammadiyahan Menuju Era Indonesia Emas. Tema tersebut menjadi refleksi atas pentingnya integrasi teknologi dan nilai-nilai Islam dalam pendidikan bahasa Indonesia di era digital.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) PTMA Prof Dr Harun Joko Prayitno MHum. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Ia juga mendorong agar asosiasi dosen bahasa Indonesia mampu memenuhi standar internasional serta memperluas jejaring kerja sama antarpengajar dan antarperguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai negara.

Menurutnya, asosiasi PBSI harus mampu berdaya saing baik secara nasional maupun global sesuai tuntutan pengguna jasa pendidikan.

“Kita perlu menghidupkan kembali penelitian dan pengembangan bahasa Indonesia di luar negeri. Mengingat pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan global, terutama dengan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), maka Asosiasi PBSI harus berani melakukan terobosan yang inovatif, kreatif, dan inspiratif agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia LPTK PTMA Prof Dr Sugiarti MSi menegaskan bahwa inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Kehadiran AI tidak dapat dinafikan. Justru karena itu, teknologi ini harus dimanfaatkan untuk pengembangan asesmen, laboratorium, dan peningkatan keterampilan mahasiswa.

Program yang dibahas dalam Rakernas tersebut meliputi penyempurnaan basis data, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset dan pengabdian kolaboratif, hingga berbagai kompetisi akademik dan nonakademik bagi mahasiswa.

“Asosiasi perlu menyiapkan kompetensi inti bagi mahasiswa maupun dosen PBSI, seperti literasi digital dan media, keterampilan abad ke-21, serta pedagogi inovatif. Selain itu, Rakernas kali ini juga membahas penyusunan program kerja untuk lima tahun ke depan (2025–2029),” ujar perempuan yang juga wakil ketua PWA Jatim itu.

Kepengurusan baru hasil Rakernas akan segera menyusun langkah-langkah strategis berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan. Seluruh program diarahkan untuk memperkuat pengembangan Asosiasi PBSI agar lebih adaptif dan transformatif dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai Kemuhammadiyahan.

Rangkaian Rakernas yang berlangsung selama dua hari itu ditutup dengan pemilihan kepengurusan baru Asosiasi PBSI periode 2025–2029. Secara musyawarah dan mufakat, Prof Dr Sugiarti MSi kembali terpilih sebagai ketua umum.

(Wildan/AS)