October 14, 2025, oleh

RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Belajar Literasi ID menyelenggarakan Kelas Menulis Pengalaman Perempuan bersama aktivis feminisme Kalis Mardiasih. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Oktober itu dirancang sebagai ruang aman untuk bertukar cerita, mengolah pengalaman hidup, dan merayakan Bulan Bahasa melalui bahasa Indonesia yang jernih, hangat, dan berpihak pada kemanusiaan. Peserta hadir dari beragam latar dan kota—termasuk Probolinggo—mewakili mahasiswa, pendidik, pekerja kreatif, pegiat komunitas, dan ibu rumah tangga.
Dalam sambutan pembuka, Direktur Eksekutif RBC Institute A. Malik Fadjar, Subhan Setowara, menegaskan komitmen lembaga pada literasi yang memerdekakan. “Literasi bagi kami bukan sekadar bisa membaca dan menulis, melainkan keberanian mengungkapkan pengalaman—terutama pengalaman perempuan—dengan martabat. Kolaborasi ini kami maksudkan sebagai jembatan: dari cerita pribadi menjadi pengetahuan publik yang mencerahkan, sekaligus cara merayakan Bulan Bahasa dengan praktik yang nyata,” ujarnya.
Kelas difokuskan pada berbagi cerita dan membangun keberanian bercerita. Kalis mengantar peserta memetakan momen-momen kunci—yang menggembirakan, menyulitkan, hingga yang kerap dinormalkan—serta mengubahnya menjadi gagasan tulisan yang terarah. Ia menekankan tiga fondasi: memilih sudut pandang yang jujur, merawat empati pada diri dan orang lain, serta menjaga etika bercerita—termasuk izin, kerahasiaan, dan kesadaran relasi kuasa. Latihan dilakukan secara sederhana melalui journaling terarah dan sesi sharing berkelompok yang saling menguatkan.
Sejalan dengan semangat Bulan Bahasa, kelas ini mengajak peserta menghargai bahasa Indonesia sebagai medium yang inklusif. Pilihan diksi yang hemat namun bermakna, struktur paragraf yang runut, dan kehati-hatian pada istilah terkait gender menjadi bagian dari diskusi. Alih-alih klinik naskah, fasilitator menjaga ritme perjumpaan agar setiap suara mendapat ruang yang sama, tanpa tekanan untuk “sempurna”, melainkan berani, tulus, dan bertanggung jawab.
Kolaborasi RBC Institute dan Belajar Literasi ID ini menandai komitmen berkelanjutan memperluas akses pembelajaran menulis yang peka gender dan relevan dengan keseharian. Cerita yang lahir dari kelas diharapkan menjadi pijakan awal bagi peserta untuk terus menulis, berbagi, dan memperkaya percakapan publik—agar pengalaman perempuan hadir utuh, terdengar, serta berdampak. (*/wil)