July 1, 2026, oleh Humas Universitas

Rona Rasa Jodipan, program gagasan Kelompok Pixelora Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.coKampung Warna-Warni Jodipan kembali dipenuhi pengunjung pada Sabtu (27/06/2026). Suasana itu hadir melalui Rona Rasa Jodipan, program yang digagas Kelompok Pixelora dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Untuk pertama kalinya, Kampung Warna-Warni Jodipan memiliki pasar kuliner yang dipadukan dengan permainan tradisional dan pertunjukan musik akuistik.

Program ini menjadi ruang bagi warga untuk memasarkan produk UMKM sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik.

Selama ini wisatawan umumnya datang untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM, belum dimanfaatkan secara optimal.

Alasan Tinggal Lebih Lama

Melalui Rona Rasa Jodipan, Kelompok Pixelora menghadirkan aktivitas baru agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.

Lebih lanjut, pasar kuliner ini menjadi pusat kegiatan selama acara berlangsung. Berbagai makanan dan minuman dari warga dan pelaku UMKM  memenuhi area kegiatan.

Pengunjung dapat menikmati kuliner sambil melihat suasana kampung yang penuh warna. Musik akustik yang dimainkan sepanjang acara membuat suasana terasa lebih santai dan hangat.

Di sisi lain, Rona Rasa juga menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti congklak, engklek, lompat tali, dan rangku alu.

Tak sedikit pengunjung yang ikut mencoba permainan tersebut. Anak-anak bermain bersama orang tua, sementara wisatawan yang belum pernah mengenalnya terlihat antusias mempelajari cara bermain.

Permainan tradisional menjadi salah satu daya tarik yang paling banyak menarik perhatian.

Rona Rasa Jodipan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Kota Malang, wisatawan dari luar daerah, hingga wisatawan mancanegara ikut meramaikan kegiatan.

Kehadiran mereka memberi dampak langsung bagi para pelaku usaha warga. Produk yang dijual lebih mudah dikenal, penjualan meningkat, dan kawasan wisata menjadi lebih hidup dibanding hari-hari biasa.

Kuliner hingga Permainan Tradisional

Ketua Pelaksana Rona Rasa Jodipan, Naila mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di Kampung Warna-Warni Jodipan. Wisatawan biasanya datang untuk berfoto. Melalui Rona Rasa Jodipan, kami mengajak mereka menikmati kuliner lokal, bermain permainan tradisional, dan berinteraksi langsung dengan warga” terang Naila.

“Harapannya, kegiatan ini bisa membantu UMKM sekaligus membuat wisata di Jodipan semakin berkembang” tambahnya.

Rona Rasa Jodipan juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berkontribusi melalui program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini mempertemukan warga, pelaku usaha, pengelola Kampung Warna-Warni Jodipan, sponsor, dan media partner dalam satu kolaborasi. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat Kampung Warna-Warni Jodipan semakin ramai dan memberi manfaat bagi warganya.

Ke depan, Kelompok Pixelora berharap Rona Rasa Jodipan tidak berhenti sebagai satu kali kegiatan.

Program ini diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkembang. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan perekonomian warga untuk meningkat.

Sebagai informasi, Rona Rasa Jodipan merupakan program brand activation yang diinisiasi oleh Kelompok Pixelora Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Program ini menghadirkan pasar kuliner yang dipadukan dengan permainan tradisional dan pertunjukan musik akustik sebagai upaya mendukung UMKM lokal, melestarikan budaya, dan meningkatkan daya tarik Kampung Warna-Warni Jodipan.