May 23, 2026, oleh

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Fakultas Kedokteran (FK) dan Farmasi yang identik dengan ketegangan, terasa jauh berbeda di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menyambut lebih dari 1.000 calon mahasiswa baru yang memperebutkan kursi Gen 26 pada 21-23 Mei 2026, Kampus Putih menghadirkan kejutan seru lewat Mobil Kamis Membaca (KaCa). Kehadiran kendaraan edukasi multifungsi ini sukses menyulap wajah tegang para peserta menjadi tawa lepas melalui aneka fun games usai mereka berjibaku memeras otak di ruang ujian.
Daya tarik prodi kesehatan di UMM ini terbukti sukses menjangkau seluruh nusantara. Hal ini terlihat dari asal pendaftar yang sangat beragam, dengan peserta terjauh tercatat datang langsung dari Papua demi mengejar mimpi menjadi tenaga medis profesional. Tensi tinggi setelah perjalanan jauh dan ujian yang ketat langsung luntur saat panitia mengajak para peserta bersantai di area Mobil KaCa. Mereka tidak hanya disuguhi ratusan bahan bacaan inspiratif, tetapi juga diajak melepas penat dengan aneka games berhadiah, hingga asyik membuat konten seru di platform TikTok.
Meski menghadirkan atmosfer yang fun dan ramah di luar ruangan, UMM tetap tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelanggaran akademik. Merespons tingginya animo peserta dari berbagai pelosok negeri serta maraknya isu perjokian di prodi favorit, Kampus Putih secara konsisten menerapkan standar pengamanan tingkat tinggi dan berlapis.
Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr. Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa lonjakan pendaftar wajib diimbangi dengan proses seleksi yang bersih dan adil. Pihaknya menyiapkan prosedur keamanan ketat, mulai dari pengecekan fisik menggunakan metal detector, pelarangan membawa alat komunikasi jenis apa pun, hingga menggandeng aparat kepolisian setempat.
“Pelaksanaan UTBK dengan pengawasan ketat ini sudah kami rutinkan sejak beberapa tahun lalu guna mengantisipasi pergerakan joki maupun bentuk kecurangan teknis lainnya. Di setiap ruangan, kami menyiagakan pengawas yang teliti serta teknisi yang sigap membantu peserta jika sewaktu-waktu terjadi kendala perangkat,” tegas Wahyu.
Keseimbangan antara pelayanan yang menghibur dan tata kelola ujian yang profesional ini menuai apresiasi dari para wali peserta yang turut mendampingi. Novi Damayanti, salah satu orang tua peserta, secara khusus menyoroti kesiapan infrastruktur serta rekognisi internasional UMM. Ia sangat terkesan melihat langsung gedung baru yang megah dan berteknologi canggih khusus untuk praktik mahasiswa kedokteran dan farmasi.
“Semoga anak saya bisa mendapatkan hasil maksimal, diterima di UMM, dan kelak menjadi generasi unggul di bidang kesehatan. Saya sangat yakin, dengan fasilitas semumpuni ini, UMM bisa mengantarkan anak saya menjadi tenaga medis profesional yang kiprahnya bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Novi.
Pada akhirnya, UTBK Kedokteran dan Farmasi UMM bukan sekadar ajang adu kecerdasan akademis. Lebih dari itu, proses ini adalah wujud nyata komitmen Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas tinggi, namun tetap memiliki ruang untuk kreativitas. Ke depannya, Gen 26 yang berhasil lolos diharapkan mampu tumbuh menjadi pionir perubahan yang siap mengabdi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di tingkat nasional, dari Aceh hingga Papua, bahkan di kancah global.(faq)
Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman