June 9, 2026, oleh Humas Universitas

Sambut Indonesia Emas 2045, UMM Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
Sambut Indonesia Emas 2045, UMM Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Paragon menggelar kuliah umum bertajuk Langkah Emas Generasi Emas di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan personal branding, literasi keuangan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045 tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang berintegritas, memiliki karakter kuat, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Indonesia Emas bukan sesuatu yang hadir secara otomatis. Generasi muda harus mempersiapkan diri sejak hari ini melalui pendidikan, karakter yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar. Jika kesempatan besar itu tidak dipersiapkan dengan baik, maka bonus demografi justru bisa berubah menjadi tantangan,” tegas Juanda.

Ia menambahkan bahwa pembangunan kapasitas diri harus dimulai sejak masa perkuliahan agar mahasiswa memiliki bekal yang cukup saat memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Area Manager Malang PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Waskito Vergino, S.T., MBA., M.Sc., menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang adaptif dan siap menghadapi perubahan.

Menurutnya, sektor industri membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi yang terus bergerak dinamis.

“Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa generasi yang memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, kami ingin hadir bersama kampus untuk memberikan wawasan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tuturnya.

Vice President Islamic Education & Halal Solution BSI, Hikmah Rizka Maslahatin, S.Si., S.I.Kom., M.Si., mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi sebagai momentum untuk mengembangkan diri secara menyeluruh.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan di dunia kerja.

“Skill dan pengetahuan itu penting, tetapi saat ini belum cukup. Mahasiswa juga harus memiliki personal branding, kemampuan berkolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar karena perubahan terjadi sangat cepat. Dunia kerja membutuhkan individu yang siap berkembang, bukan hanya siap bekerja,” jelas Hikmah.

Ia menekankan bahwa personal branding menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu mahasiswa membangun reputasi, memperluas jejaring, dan meningkatkan peluang karier di masa depan.

Selain itu, mahasiswa juga perlu memahami literasi keuangan sejak dini, termasuk pengelolaan tabungan, perencanaan keuangan, investasi, hingga persiapan kebutuhan jangka panjang seperti ibadah haji.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa UMM didorong untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kemampuan kolaborasi, kecakapan finansial, dan kepekaan sosial.

Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.