December 6, 2025, oleh

Generasi muda kini memikul tanggung jawab yang semakin kompleks, hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin di Gedung Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025, 05 Desember lalu. Dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguran tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berupaya meningkatkan kualitas Ormawa dan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, Pancasilais, dan inovatif yang
Pria yang juga merupakan alumnus UMM itu menyoroti potensi Bonus Demografi yang akan dihadapi Indonesia di tahun 2030, disebutnya bisa menjadi nikmat atau ancaman, tergantung pada kesiapan generasi. “Indonesia akan mengalami bonus demografi yang luar biasa di tahun 2030, mengingat bahwa ditahun tersebut, banyak generasi Z sudah memasuki usia produktif” ujar Ali sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, ali menegaskan, peran aktivis saat ini tidak hanya berkutat pada isu politik lokal, tetapi juga harus memahami isu geopolitik global, dampak kemajuan teknologi seperti AI, dan tantangan lingkungan. Ali mengingatkan bahwa kebijakan di Indonesia tidak bisa lepas dari dinamika luar negeri. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya fokus pada pengorbanan organisasi.
“Kita semua harus menyiapkan dan menyadarkan diri kita semua, bahwa ke depannya negara ini baik tidaknya, meningkat tidaknya, tergantung pada generasi hari ini,” tegas Ali. Ia berpesan bahwa Ormawa harus menjadi agen solusi, termasuk dalam mengatasi masalah lokal seperti banjir, dengan menawarkan rekomendasi yang dapat dieksekusi oleh pemerintah.
Disisi lain, Tim Pelaksana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Ir. Surfa Yondri, M.Kom. Akrab disapa Surfa, memaparkan pentingnya strategi implementasi program PPK Ormawa yang menekankan kolaborasi, dampak, dan keberlanjutan. Surfa, berbagi pengalaman tentang upaya evakuasi mahasiswa di daerahnya yang terdampak bencana. Menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mengingat bahwa PPK Ormawa adalah wadah yang diberikan kementerian untuk mahasiswa agar belajar berorganisasi dengan dampak nyata di masyarakat.
“Mahasiswa akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, mahasiswa belajar bagaimana melihat kontensi yang ada di masyarakat, mengingat bahwa kunci keberhasilan Ormawa terletak pada kolaborasi dan empati.” jelasnya
Terakhir Surfa menegaskan bahwa mahasiswa adalah bagian dari solusi yang akan membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045. “Kami sangat yakin, mahasiswa akan selalu berserah terangi, mengeterangkan desa, dan berserah dengan pemerintahan desa maupun pemerintahan daerah,” harapnya.(*ali/faq)
Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman