March 24, 2016, oleh Humas Universitas

Foto Ilustrasi : Rino Anugrawan

PROGRAM Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM menggelar seminar nasional bertajuk “Biologi, Pembelajaran dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Interdisipliner”, Sabtu (26/03) di Theater UMM Dome. Seminar dihadiri para pakar biologi, pendidikan, dan lingkungan hidup baik dari kalangan akademik maupun pemerintah.

      Ketua Pelaksana Seminar, Dr Moch Agus Krisno MKes mengatakan, kegiatan ini bertujuan merespon perkembangan sains dan teknologi dalam bidang biologi dan lingkungan hidup yang semakin maju. Menurutnya, perkembangan tersebut dipengaruhi berbagai persoalan seperti etika, moral, psikologi, hukum, sosial, ekonomi, hingga politik dan perundang-undangan. “Oleh karenanya, perlu dilakukan sharing dan diskusi terkait permasalahan ini sekaligus ajang silaturahmi antar pemerhati pendidikan biologi, biosains dan lingkungan hidup,” katanya.

      Persoalan akibat kemajuan sains, teknologi biologi dan lingkungan hidup ini, lanjut Agus, membutuhkan respon yang perlu diadaptasi dan dikonstruksi untuk kebutuhan pembelajaran. Agus menilai, perlu stimulasi pembelajaran biologi yang dapat membentuk kecakapan hidup dan dasar pemikiran serta keilmuan yang kuat dan bertanggung jawab. “Diharapkan, nantinya akan lahir generasi yang memiliki kompetensi untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan ini,” jelasnya.

      Dalam seminar ini, ada 173 makalah dari berbagai bidang seperti pendidikan biologi, biofungsi, bioperkembangan, biolingkungan, bioteknologi, biomanajemen dan bioetika yang siap dipanel. Makalah akan dipaparkan di hadapan para peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa, peneliti, pemerhati dan praktisi di masing-masing bidang kajian untuk didiskusikan.

      Sementara itu, Kepala PLSK UMM, Husamah MPd mengatakan, PLSK pusat penelitian, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang lingkungan dan kependudukan merasa sangat peduli dengan segala bentuk perkembangan di bidang sains dan teknologi, khususnya di bidang biologi dan lingkungan hidup.

      Husamah menerangkan, lingkungan hidup harus dipandang dari berbagai bidang keilmuan. Menurutnya, dengan banyaknya keilmuan yang digunakan, maka semakin banyak pula manfaat dan solusi yang bisa diambil. “Kita harus melihat lingkungan hidup secara holistik dan interdisipliner sehingga kompetensi dari beragam profesi bisa memberikan kontribusi,” paparnya.

      Dengan digelarnya seminar ini, Husamah menuturkan, akan menegaskan UMM sebagai kampus berkonsep green and clean. Ia berharap, seminar ini bisa memberikan banyak masukan pada PSLK UMM terkait pelestarian lingkungan hidup. “Dengan pengalaman dan praktik riil para pakar yang hadir, mudah-mudahan akan banyak informasi yang bisa diperoleh dan diterapkan,” pungkasnya.

      Adapun para pembicara yang akan hadir dalam seminar ini yaitu pakar limnologi UGM Prof Dr Suwarno Hadisusanto SU, dosen pacasarjana UNY Prof Dr Zuhdan Kun Prasetyo MEd, kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa SSi Apt MPPM, Direktur Program PPB Kehati Jakarta Dr Teguh Triono dan pakar lingkungan dari Prodi Biologi UMM Dr Sukarsono MSi. (gas/han)