July 11, 2026, oleh Humas Universitas

Mahasiswa UMM lulus program BIPA. (Istimewa/PWMU.CO)

pwmu.coPuluhan mahasiswa internasional penerima beasiswa The International Asia Scholarship (TIAS), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan SUMMIT Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuntaskan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Penyelesaian program tersebut ditandai melalui Closing Ceremony yang berlangsung di Aula GKB IV UMM, Kamis (9/7/2026), sebagai penutup masa pembelajaran bahasa dan budaya sebelum mereka memulai studi di program studi masing-masing.

Selama satu tahun, para peserta tidak hanya mempelajari tata bahasa dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, tetapi juga dikenalkan pada budaya, kebiasaan, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Pembelajaran tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa internasional mampu beradaptasi dengan kehidupan akademik maupun sosial selama menempuh pendidikan di UMM.

Suasana penutupan berlangsung meriah sekaligus penuh kehangatan. Para mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan sebagai hasil pembelajaran selama mengikuti program, mulai dari memainkan alat musik tradisional angklung, membacakan puisi, hingga menyampaikan kesan dan pesan menggunakan bahasa Indonesia dengan percaya diri. Penampilan tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan berbahasa sekaligus pemahaman mereka terhadap budaya Indonesia.

BIPA: Modal Utama Mahasiswa Internasional

Kepala UPT BIPA UMM, Riski Lestiono, M.A., Ph.D., mengatakan bahwa selesainya Program BIPA bukan berarti proses belajar telah usai. Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia dan pemahaman budaya yang telah diperoleh justru menjadi modal utama bagi mahasiswa internasional untuk mengikuti perkuliahan reguler sekaligus membangun interaksi yang lebih baik di lingkungan kampus.

“Selama satu tahun ini Anda tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga memasuki budaya lokal. Ketika kembali ke negara asal, ini bukan akhir dari perjalanan belajar Anda. Justru ini adalah permulaan untuk menjadi duta bahasa Indonesia dan duta Indonesia di negara masing-masing. Ceritakan kepada masyarakat di negara Anda tentang Indonesia dan terus kembangkan kemampuan bahasa Indonesia yang telah diperoleh di UMM,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman belajar tersebut terus melekat hingga para mahasiswa kembali ke negara asal. Dengan bekal bahasa dan pemahaman budaya yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Pengalaman mengikuti Program BIPA juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Hamdan Cheloh, mahasiswa asal Thailand, mengaku memperoleh banyak pelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang nilai toleransi, keberagaman, dan pentingnya bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya.

“Saya sangat bersyukur dan senang bisa mengikuti Program BIPA di UMM selama satu tahun. Saya belajar bukan hanya tentang bahasa Indonesia, tetapi juga memahami budaya Indonesia, toleransi, dan bagaimana bekerja sama dengan banyak orang. Terima kasih kepada seluruh pengajar BIPA yang selalu sabar membimbing. Saya juga bangga melihat teman-teman internasional yang kini dapat berbicara bahasa Indonesia karena kami menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Hamdan.

Program BIPA menjadi salah satu bentuk komitmen UMM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga penguatan kompetensi sosial dan budaya. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa internasional diharapkan mampu menjalani perkuliahan dengan lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global.