March 12, 2026, oleh Humas Universitas

Mojok.Co – Abdullah Dzikri, lulus kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jurusan Agribisnis tahun 2017. Semasa kuliah, ia mengaku jarang ikut organisasi kampus. Otomatis dia tidak bisa digolongkan sebagai mahasiswa “kura-kura” atau kuliah rapat-kuliah rapat, melainkan mahasiswa “kuda-kuda” alias kuliah dagang-kuliah dagang.

Sebelum atau sesudah mendengarkan teori dari dosennya, Dzikri akan menjajakan lumpia ke teman-teman mahasiswanya di kelas. Kadang-kadang, ia juga pergi ke fakultas sebelah untuk meraup untung lebih banyak.

Bagi Dzikri saat itu, kuliah sambil berdagang jadi proses pembelajaran yang berharga. Alih-alih hanya belajar teori di kelas, Dzikri merasa perlu untuk langsung mempraktikkannya hingga mental kewirausahaannya terbentuk. Ia juga pernah mengikuti ajang Pesta Wirausaha dan berhasil menjadi salah satu pemenang pada kategori inovasi olahan.

Lulus kuliah, Dzikri menekuni usahanya dengan membuat produk keripik buah bersama petani dan ibu-ibu di desa, hingga mampu mengekspor ke mancanegara.

Mahasiswa Jurusan Agribisnis, kuliah sambil jualan di dalam kelas

Menurut Dzikri, UMM memang mendorong mahasiswanya terutama Jurusan Agribisnis untuk menciptakan produk, memasarkan, hingga mengevaluasi hasilnya. Pola pembelajaran tersebut membentuk keberanian mahasiswa untuk memulai usaha sejak dini.

“Hal yang paling berkesan adalah bagaimana kami dilatih membangun mental kewirausahaan. Kami tidak hanya mempelajari teori seperti marketing mix, tetapi juga diminta menciptakan produk dan memasarkannya secara langsung. Proses tersebut benar-benar mengajarkan kami berwirausaha dari tahap paling awal,” jelas Dzikri dilansir dari laman resmi UMM, Rabu (11/3/2026).

Jurusan Agribisnis UMM juga memiliki program unggulan mencakup kelas profesional ekspor, kemitraan magang internasional, kebun percobaan, serta kurikulum yang mengintegrasikan ilmu bisnis, teknologi, dan kewirausahaan.

Alumnus Jurusan Agribisnis UMM jadi pedagang keripik. MOJOK.CO
Abdullah Dzikri pedagang keripik buah. (Sumber: UMM)

Bahkan, akreditasinya sudah Unggul atau di atas A. Akreditasi ini diperoleh dari BAN-PT pada tahun 2021. Tak heran, jurusan ini menjadi salah satu program studi favorit di Fakultas Pertanian-Peternakan UMM.

Kualitas jurusan tersebut juga dibuktikan Dzikri setelah lulus kuliah. Alumnus Agribisnis UMM tahun 2017 ini sukses mengembangkan usaha keripik buah dan sayur berbasis teknologi vacuum frying di desa. Produk olahannya bahkan telah menembus pasar Singapura.

S1 Jurusan Agribisnis temukan solusi untuk warga desa

Semasa kuliah di Jurusan Agribisnis UMM, Dzikri memanfaatkan lingkungan kampusnya yang terbuka untuk terjun langsung ke petani, UMKM, hingga industri besar guna melakukan analisis usaha.

Salah satu perusahaan berskala nasional yang ia kunjungi adalah Indomie, sementara untuk usaha lokal ia belajar langsung dari petani desa. Salah satu keresahannya saat itu ialah fluktuasi harga hasil panen petani yang tidak menguntungkan.

“Saat panen raya, harga hasil pertanian kerap jatuh, sementara pada masa paceklik biaya produksi justru meningkat. Nah, agar produk pertanian memiliki daya simpan lebih lama sekaligus nilai jual yang lebih tinggi, saya pakai teknologi vacuum frying,” jelasnya.

Vacuum frying merupakan metode penggorengan kedap udara dengan suhu rendah yang mampu menjaga warna dan cita rasa asli bahan baku. Namun, apalah arti teknologi canggih tanpa bahan baku yang berkualitas.

Oleh karena itu, untuk memperoleh bahan baku yang bagus, Dzikri mulai bermitra dengan petani desa tanpa perantara sekaligus mengajak para ibu di desa untuk melakukan proses produksi. Dengan kata lain, model bisnisnya ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat di desa.