July 24, 2026, oleh Humas Universitas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro untuk mendongkrak daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) menuju pasar global. Kolaborasi esensial ini direalisasikan secara langsung melalui program pelatihan peningkatan kapasitas IKM binaan Dekranasda yang diselenggarakan di Ballroom Eastern Hotel Bojonegoro pada Selasa (21/7). Agenda ini menjadi manuver taktis dari sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pelaku usaha agar sigap beradaptasi dengan perkembangan pasar internasional.

Sepanjang kegiatan, tim dosen ahli dari FEB UMM memberikan berbagai materi krusial yang berorientasi pada penguatan kapasitas bisnis para peserta. Materi yang disampaikan mencakup strategi membangun daya saing usaha, pengembangan produk agar memiliki nilai tambah yang tinggi, hingga teknik penguatan branding. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pendampingan intensif terkait optimalisasi pemasaran digital, pemanfaatan platform perdagangan lintas negara, serta simulasi strategi memasuki pasar ekspor yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha.

Wakil Dekan I FEB UMM, Dr. Yuni Latifah S.E., M.AK., menjelaskan bahwa kerja sama dengan pihak Dekranasda Bojonegoro merupakan bentuk nyata implementasi tridarma perguruan tinggi di bidang pengabdian masyarakat. UMM memegang teguh tanggung jawab untuk selalu hadir memberikan solusi aplikatif berbasis keilmuan guna meningkatkan kemandirian dan daya saing pelaku usaha lokal.

“Potensi produk kerajinan dan IKM Bojonegoro sangat besar. Dengan penguatan kapasitas, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, produk-produk lokal memiliki peluang yang semakin luas untuk memasuki pasar internasional,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Cantika Wahono, mengapresiasi penuh keterlibatan Kampus Putih UMM. Ia menilai sinergi ini sebagai langkah strategis untuk mengelevasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pelaku IKM agar tidak tertinggal oleh pesatnya persaingan industri kreatif global.

“Sinergi bersama FEB UMM ini sangat luar biasa. Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas produk kerajinan, tetapi juga secara pasti memperluas akses pasar sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi perputaran perekonomian daerah Bojonegoro,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diperkaya dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan akademisi, perwakilan pemerintah, dan pelaku IKM. Mereka mengurai berbagai tantangan riil di lapangan, seperti minimnya standardisasi kualitas, hambatan inovasi, hingga gagapnya pemanfaatan teknologi pemasaran pemasaran digital.

Sebagai penutup, kolaborasi strategis antara UMM dan Dekranasda ini membawa pesan penting bahwa pengembangan IKM memerlukan ekosistem yang terintegrasi antara dunia akademis dan pemerintahan. Para pelaku IKM didorong untuk membuang keraguan, terus berinovasi, dan memanfaatkan literasi digital secara maksimal. Targetnya jelas, mengangkat produk lokal Bojonegoro agar tidak hanya dominan di pasar domestik, namun juga tangguh dan diakui di pasar global.(*)