June 13, 2026, oleh

Kampiunnews|Kota Batu – Memasuki babak akhir implementasi kurikulum berbasis industri, Laboratorium Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menarik kembali para mahasiswanya dari berbagai instansi mitra. Penjemputan massal program Magang Mandiri ini dilaksanakan serentak pada Jumat, 12 Juni 2026.
Maha Patih Law Office menjadi salah satu mitra strategis yang merampungkan masa pendampingan terhadap lima mahasiswa semester VI Fakultas Hukum UMM. Kelima mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh target kompetensi tersebut adalah Ainur Rozi, Afril Putra Dewandan, Dimas Satrio Wicaksono, Zulfa Mareta Pancawati, dan Kifayah Insani Kamilia.
Prosesi penarikan dan evaluasi di lapangan dipimpin langsung oleh dosen pembimbing magang internal, Fadjar Ramadhani, S.H., M.H., yang kehadirannya disambut hangat oleh jajaran manajemen kantor hukum tersebut.
Fadjar Ramadhani menjelaskan bahwa penjemputan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari proses monitoring dan evaluasi akhir performa mahasiswa.
“Agenda hari ini bertujuan memastikan bahwa seluruh target capaian pembelajaran klinis hukum telah terpenuhi dengan baik. Di samping itu, ini menjadi instrumen penting bagi kami untuk mempererat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia profesi. Kami sangat mengapresiasi Maha Patih Law Office atas ruang berkembang yang luar biasa bagi mahasiswa kami,” ungkap Fadjar.
Sepanjang menjalani program satu semester di kantor hukum tersebut, kelima mahasiswa ini tidak hanya belajar teori, tetapi langsung diterjunkan dalam aktivitas riil. Mereka mendapatkan pengalaman praktis mulai dari penanganan administrasi perkara, penyusunan dokumen hukum (legal drafting), hingga ikut serta dalam proses pendampingan klien.
Amir Mahmud, S.H., selaku mentor sekaligus dosen pembimbing lapangan dari Maha Patih Law Office, memberikan rapor positif atas etos kerja dan dedikasi para peserta magang.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan universitas. Harapan kami, wawasan lapangan yang didapatkan selama satu semester ini bisa menjadi modal berharga bagi mereka, baik untuk menyelesaikan studi akademis maupun saat meniti karier sebagai penegak hukum di masa depan,” ujar Amir, yang saat ini juga sedang menempuh studi pascasarjana di FH Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Managing Partner Maha Patih Law Office, Andi Rachmanto, S.H., menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas calon-calon yuris muda.
“Pintu kami selalu terbuka untuk menjadi laboratorium belajar bersama bagi calon penegak hukum. Kita butuh melahirkan praktisi yang tidak sekadar pintar secara akademis, tetapi memiliki kepekaan sosial terhadap keadilan di Indonesia. Jika bukan kita yang peduli untuk membimbing mereka, siapa lagi? Kami berharap gerakan ini memicu instansi hukum lainnya untuk lebih terbuka memberikan ruang praktika bagi mahasiswa,” pungkas advokat berusia 41 tahun tersebut.