Workshop ini mengajak peserta mayoritas generasi muda untuk menuangkan perasaan, pengalaman, dan sudut pandang personal mereka ke dalam bentuk zine.
Sejak awal kegiatan, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar zine oleh fasilitator dari Mind Daze.
Zine dijelaskan sebagai media ekspresi independen yang bebas, personal, dan tidak terikat aturan baku. Peserta diajak memahami bahwa zine bukan soal bagus atau tidaknya karya, melainkan soal kejujuran dan keberanian bercerita.
Setelah sesi pengantar, peserta mulai masuk ke proses berkarya. Mereka menyusun konsep zine berdasarkan apa yang sedang dirasakan mulai dari keresahan, pengalaman personal, hingga hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Suasana workshop terasa santai, penuh diskusi, dan kolaboratif, membuat peserta bebas berekspresi tanpa tekanan.
Proses pembuatan zine ini menjadi inti dari pengalaman Singgah Berkarya. Buku, yang selama ini identik dengan sesuatu yang formal, dihadirkan dalam bentuk zine yang lebih cair dan dekat dengan dunia Gen Z. Setiap karya menjadi refleksi unik dari masing-masing peserta, menunjukkan bahwa literasi bisa hadir dalam banyak bentuk.
Melalui Singgah Berkarya, Epilog Creative ingin menghadirkan pengalaman berkesenian yang relevan dengan generasi muda, sekaligus memperkenalkan Rumah Budaya Ratna sebagai ruang kreatif yang terbuka dan inklusif.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari praktik nyata mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dalam mata kuliah Public Relations 3 dengan tema brand activation.
Workshop ditutup dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya proses berkarya sekaligus merayakan keberagaman ekspresi yang tercipta. Singgah Berkarya membuktikan bahwa ruang budaya masih sangat relevan selama mampu beradaptasi dan memberi ruang bagi suara anak muda.