February 14, 2026, oleh Humas Universitas

Suasana pelatihan kepada siswa-siswi SMA. Foto: UMM

MAKLUMAT — Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Widiya Yutanti menjelaskan bahwa siswa memiliki peran strategis dalam membentuk citra sekolah di ruang digital.

Hal itu ia sampaikan setelah timnya menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Branding dan Digital Marketing untuk Meningkatkan Daya Saing Sekolah Muhammadiyah” di SMA Muhammadiyah 1 Bojonegoro, Rabu (12/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 30 siswa dan difokuskan pada penguatan branding sekolah melalui strategi konten digital berbasis Student Generated Content (SGC).

“Di era media sosial, orang lebih percaya cerita autentik dari siswa dibandingkan materi promosi formal. Karena itu, siswa perlu dibekali keterampilan menjadi content creator yang mampu menampilkan wajah positif sekolah secara kreatif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Widya menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya branding sekolah Muhammadiyah, terutama dalam promosi dan pemasaran melalui media digital. Tim pengabdian melihat potensi besar siswa sebagai agen branding sekolah melalui konten kreatif di media sosial.

Dalam pelatihan ini, Isnani Dzuhrina dan Arum Martikasari sebagai anggota tim pengabdian sekaligus pemateri, mengenalkan siswa pada konsep branding sekolah, peran Student Generated Content, teknik membuat konten menarik, hingga etika bermedia sosial.

Peserta juga diajak praktik langsung membuat konten bertema “A Day in My School” dalam kelompok kecil, mulai dari perencanaan ide, pengambilan gambar, hingga proses editing dan publikasi.

Baca Juga  UMM Jadi Tuan Rumah KKI dan Abdidaya yang Digelar Terpadu, Tegaskan Posisi dalam Ekosistem Inovasi Nasional

Isnani menjelaskan bahwa pendekatan ini bukan sekadar mengajarkan promosi, tetapi membangun kesadaran siswa sebagai duta sekolah di ruang digital.

“Apa yang mereka unggah di media sosial turut membentuk persepsi publik. Karena itu, penting untuk memahami prinsip ‘saring sebelum sharing’ agar branding sekolah tetap positif dan profesional,” jelasnya.

Ia berharap agar kegiatan ini menjadi langkah awal bagi sekolah dalam mengoptimalkan potensi siswa sebagai branding agent sekolah. Hal ini pun juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing melalui strategi digital marketing yang lebih adaptif dan partisipatif.​

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru tentang cara mempromosikan sekolah secara kreatif.

“Biasanya kami hanya posting kegiatan biasa saja. Setelah pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana membuat konten yang lebih menarik dan bisa memperkenalkan sekolah dengan cara yang seru,” ungkapnya.​