January 17, 2026, oleh

balpos – DALAM rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang diperingati setiap 10 Desember, para mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan kampanye dan sosialisasi HAM bertajuk Students Action for Freedom & Equality (SAFE). Kegiatan ini mengusung tema “Every Voice Matters: Suara Remaja untuk HAM” dan dilaksanakan di SMA An Nur Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kemanusiaan di kalangan pelajar. Kegiatan berlangsung Rabu, 14 Januari 2026.
Hak Asasi Manusia merupakan prinsip fundamental yang melekat pada setiap individu tanpa memandang latar belakang, status sosial, agama, gender, maupun perbedaan lainnya. HAM menjamin hak-hak dasar seperti hak untuk hidup, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, hak atas pendidikan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Selain itu, HAM juga mencakup hak ekonomi, sosial, dan budaya yang menjadi prasyarat terciptanya kehidupan yang layak dan bermartabat.
Namun, realitas di Indonesia menunjukkan bahwa pelanggaran HAM masih sering terjadi, termasuk di lingkungan yang dekat dengan kehidupan remaja. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa sepanjang tahun 2023 terdapat 3.883 laporan pelanggaran hak anak. Angka tersebut mencerminkan masih maraknya kekerasan fisik, kekerasan psikologis, perundungan (bullying), serta berbagai bentuk diskriminasi yang tidak jarang terjadi di lingkungan sekolah. Padahal, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi pelajar untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan Students Action for Freedom & Equality (SAFE) dilaksanakan dengan sasaran siswa-siswi kelas XI IPA 15 SMA An Nur Bululawang. Pemilihan kelas XI IPA 15 didasarkan pada pertimbangan bahwa peserta berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir kritis, dan kesadaran sosial. Pada tahap ini, pelajar mulai aktif berinteraksi di lingkungan sekolah maupun di ruang digital, sehingga edukasi mengenai Hak Asasi Manusia menjadi relevan dan strategis untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, empati, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai individu.
Pelajar SMA berada pada masa pencarian jati diri dan pembentukan nilai. Tanpa pemahaman HAM yang memadai, perilaku seperti meremehkan teman, menyebarkan ujaran kebencian, melakukan perundungan, atau mendiskriminasi individu lain dapat dianggap sebagai hal yang wajar. Oleh karena itu, peringatan Hari HAM menjadi momentum penting untuk mengajak pelajar memahami bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dan wajib saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan SAFE dilaksanakan dengan konsep diskusi dua arah yang interaktif. Pemateri menyampaikan materi dasar mengenai Hak Asasi Manusia, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta merefleksikan bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa-siswi kelas XI IPA 15 menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan aktif dan responsif, baik saat pemaparan materi maupun dalam sesi diskusi. Para siswa terlihat berani mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta menanggapi isu-isu HAM yang dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa topik yang disampaikan relevan dengan pengalaman dan realitas yang mereka hadapi sebagai pelajar.
Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi kuis interaktif yang diselenggarakan sebagai bagian dari evaluasi pemahaman materi. Dalam sesi ini, siswa-siswi kelas XI IPA 15 menunjukkan semangat kompetitif yang positif, saling berlomba untuk menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Suasana kelas menjadi hidup, dinamis, dan penuh semangat, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara menyenangkan tanpa mengurangi substansi edukatif yang ingin disampaikan.
Selain partisipasi aktif, peserta juga memberikan feedback yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan SAFE. Banyak siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu mereka memahami konsep Hak Asasi Manusia dengan cara yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi dan kuis dinilai mampu mendorong keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat serta meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu pelanggaran HAM di sekitar mereka.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok 03, Kelas Gerakan Sosial Global A, Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kegiatan SAFE, mahasiswa berupaya menanamkan nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, dan inklusivitas kepada generasi muda sebagai bekal dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil dan berperikemanusiaan.
Sebagai output kegiatan, SAFE berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar Hak Asasi Manusia, khususnya terkait hak kebebasan berpendapat, kesetaraan, dan perlindungan dari diskriminasi. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesadaran untuk saling menghormati, menjaga etika dalam berinteraksi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Lebih jauh, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan Students Action for Freedom & Equality (SAFE), diharapkan siswa-siswi kelas XI IPA 15 SMA An Nur Bululawang dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolahnya masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan Hari HAM bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap suara remaja memiliki arti dan peran penting dalam membangun kehidupan yang adil, setara, dan bermartabat. (*)