June 9, 2026, oleh

Film tersebut sebelumnya terpilih dalam ajang Indonesia Western Australia Film Festival (IWAFF) yang berlangsung di Perth, Australia. Selama sepekan, Kepaten Obor diputar di sejumlah bioskop dan mendapatkan sambutan positif dari penonton.
“Alhamdulillah tiketnya sold out semua dan tembus ribuan penonton. Selanjutnya, atas undangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, film ini juga terpilih untuk ditayangkan di Euro Asia Shorts 2026, sebuah Festival Film di Washington DC,” ungkap Novin.
Film Kepaten Obor mengangkat kehidupan masyarakat Tengger di Jawa Timur dengan menyoroti hubungan emosional antara ibu dan anak yang dibalut nilai-nilai budaya serta filosofi Jawa tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi.
Menurut Novin, proses produksi film yang dimulai sejak 2024 tidak hanya bertujuan menghasilkan karya sinema, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Sebanyak 95 persen tim produksi berasal dari mahasiswa dan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi UMM.
“Mahasiswa saya ajak belajar bersama. Mereka terlibat langsung mulai dari proses produksi sampai pasca produksi, menjadikan proyek ini ruang belajar riil bagi mereka di lapangan,” jelasnya.
Sebelum menembus festival internasional, Kepaten Obor telah lebih dahulu meraih berbagai pencapaian di tingkat nasional. Film tersebut berhasil menjadi Juara 1 Kompetisi Film Asli Jawa Timur (Komfilasi), masuk nominasi penghargaan AKTIF dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta lolos seleksi Klik Film Festival.
Novin menilai keberhasilan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh kualitas produksi, tetapi juga strategi distribusi yang dirancang sejak awal. Salah satunya dengan menyiapkan subtitle bahasa Inggris agar karya dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
“Film jangan hanya selesai diproduksi lalu disimpan saja. Film harus didistribusikan dan diperluas jaringannya supaya bisa dinikmati lebih banyak orang,” tegasnya.
Keberhasilan Kepaten Obor menembus festival film di Australia dan Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berani menampilkan potensi di tingkat global.
Sebagai penutup, Novin mengajak generasi muda yang tertarik pada dunia perfilman untuk memperbanyak referensi, memperkuat literasi, serta meningkatkan kepekaan terhadap realitas sosial di sekitar mereka.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap kehidupan masyarakat akan melahirkan karya sinema yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat dan relevan.
“Semakin banyak referensi yang dimiliki, maka semakin bagus film yang dihasilkan,” pungkasnya.