December 16, 2025, oleh

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Biometrik. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret, beberapa waktu lalu. Tim UMM mengangkat isu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Tim ini bernama BRIGITA. Terdiri dari tiga mahasiswa, Holista Ana Maria, Gina dan Febri. Prestasi mereka menegaskan peran aktif UMM dalam mendorong generasi muda untuk menjadi solusi berbasis teknologi.
Holista menjelaskan latar belakang keikutsertaan mereka didorong oleh kesadaran akan urgensi isu teknologi dan digitalisasi di Indonesia. “Fokus utama tulisan kami adalah bagaimana generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi AI sebagai wujud inovasi dan kreativitas di era tren #KaburAjaDulu,” katanya.
Tim BRIGITA meyakini bahwa topik AI ini sangat relevan dibahas karena AI tidak hanya menunjukkan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan global. Tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan kecepatan dan efisiensi di zaman modern. “Pembahasan pemanfaatan AI menjadi keunggulan utama kami. Karena hampir setiap orang mulai mengandalkan AI untuk menyelesaikan berbagai masalah, dan kami hadir untuk memaksimalkan potensi itu secara lebih efektif dan inovatif,” jelasnya.
Dalam karya ilmiahnya, tim BRIGITA tidak hanya mengritik, tetapi menawarkan solusi nyata. Mereka mengusulkan tiga langkah strategis. Bagi konten kreator, AI harus dioptimalkan untuk mengembangkan ide kreatif. Untuk generasi muda, AI menjadi sarana konstruktif untuk menyalurkan ide dan aspirasi. Terakhir bagi pemerintah, perlu adanya dukungan berupa pelatihan dan kebijakan untuk ekosistem AI. “Konsep inilah yang menjadikan gagasan kami unggul dalam kompetisi,” kata dia.
Melalui karya ini, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan hukum, tetapi juga inovatif dan tanggap terhadap perkembangan teknologi global. Holista berharap, pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa UMM lainnya untuk tidak takut mencoba kompetisi ilmiah.
“Mengikuti suatu lomba bukan hanya karena menang dan kalah saja, tetapi dapat menambahkan pengalaman baru, apalagi saat kita sudah masuk di era perkuliahan,” pesannya. (imm/lim)