May 9, 2026, oleh

Bisnis.com, MALANG — Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak sekadar tergiur oleh ukuran tubuh hewan yang besar atau harga yang mahal, melainkan memperhatikan kondisi kesehatan hewan menjadi faktor paling krusial agar ibadah kurban sah secara syariat dan dagingnya aman dikonsumsi.
Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Lili Zalizar, langkah pertama yang bisa dilakukan pembeli adalah mengamati postur dan cara berdiri hewan secara menyeluruh.
“Pertama kita lihat dulu ternaknya dari depan, samping, dan belakang. Pastikan hewan bisa berdiri tegak dan tidak pincang,” ujarnya dikutip Kamis (8/5/2026).
Dia menegaskan, hewan dengan cacat fisik, termasuk pincang, tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban menurut syariat. Selain postur, kejernihan mata dan kebersihan kulit juga menjadi indikator penting.
Hewan kurban tidak boleh buta atau mengalami gangguan penglihatan yang sering kali ditandai dengan selaput putih atau mata yang keruh.
Kulit hewan juga harus dipastikan bersih dari penyakit seperti kudis atau scabies. “Kalau untuk kurban, pilih yang kulitnya mulus dan tidak kudisan karena kita ingin mengurbankan hewan yang terbaik,” tambahnya.