May 4, 2026, oleh

MAKLUMAT — Minimnya pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mendorong tiga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program “Sisterpreneur” sebagai solusi peningkatan kapasitas pemasaran digital di Surabaya.
Tiga dosen tersebut, Maharina Novi, Arum Martikasari, dan Rahmania Santoso, menggelar kegiatan bertajuk “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan di Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur” pada 26 April 2026 lalu, yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah (APUNA). Para peserta dibekali keterampilan pemasaran digital agar mampu memperluas jangkauan pasar di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.
Ketua tim pengabdian, Maharina Novi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi rendahnya omzet penjualan UMKM perempuan di lingkungan Nasyiatul Aisyiyah (NA). Berdasarkan riset singkat yang dilakukannya, tidak semua pelaku usaha memanfaatkan media sosial secara maksimal sehingga pasar masih terbatas pada penjualan konvensional.
Menurutnya, optimalisasi media digital sangat penting untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar.
“Kami melihat para pelaku UMKM perempuan di PWNA Jawa Timur akan bisa lebih optimal jika bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, hal ini dapat memberikan nilai tambah dan membuat mereka lebih siap bersaing dengan UMKM lainnya,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Ahad (3/5/2026).
Ia menambahkan, kemampuan tersebut perlu terus diasah agar pelaku UMKM perempuan tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin ketat. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha di bawah naungan APUNA diharapkan mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber Arum Martikasari M.Med.Kom, menekankan pentingnya strategi pemasaran yang adaptif, baik melalui kanal offline maupun online. Dalam paparannya, ia memperkenalkan rumus PCBA (Perkenalkan, Ceritakan, Buktikan, dan Ajakan) sebagai pendekatan dalam menyusun konten media sosial yang efektif.
“Melalui formula ini, pelaku UMKM dapat membangun komunikasi yang lebih terarah dengan audiens di sosial media, sehingga produk yang ditawarkan lebih dikenal dan diminati,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak praktik langsung mengoptimalkan media sosial dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dosen agar peserta dapat memahami penerapan strategi secara konkret.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Yunik, anggota APUNA asal Trenggalek, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.
“Saya jadi lebih tahu bagaimana memanfaatkan media sosial terlebih AI untuk promosi. Sekarang saya juga lebih percaya diri membuat konten karena sudah memahami caranya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, tim dosen UMM berharap pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur mampu menjadikan pemasaran digital sebagai strategi utama untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.