January 3, 2026, oleh

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Muhammadiyah Malang membekali tenaga kependidikan dan dosen yang memasuki masa purna tugas melalui pelatihan persiapan pensiun guna menghadapi masa depan secara finansial, mental, dan spiritual, Jumat 2 Januari 2026.
Pelatihan bertajuk “Purna Tugas, Tetap Berkarya, Menyiapkan Diri Menuju Kehidupan Bermakna dan Berdaya” tersebut digelar di Kapal Garden Hotel Sengkaling.
Kegiatan ini diikuti oleh karyawan dan dosen yang akan memasuki masa purna tugas sebagai bentuk komitmen UMM dalam menjaga kesejahteraan sumber daya manusia, tidak hanya selama aktif bekerja tetapi juga setelah pensiun.
Salah satu pemateri, Dr. Ida Nuraini, M.Si., menekankan pentingnya perencanaan keuangan menjelang masa purna tugas agar kehidupan pascakerja tetap nyaman dan bermakna.
“Dana pensiun perlu dikelola secara bijak. Tabungan harian, dana darurat, serta proteksi kesehatan harus disiapkan sejak dini agar tidak menjadi beban di kemudian hari,” jelasnya.
Ia mengingatkan peserta untuk mulai mengurangi dan mengelola utang sebelum memasuki masa pensiun serta menyiapkan dana darurat yang mencukupi kebutuhan hidup selama enam hingga dua belas bulan.
Selain aspek finansial, menurutnya, kesehatan juga menjadi investasi jangka panjang yang tidak kalah penting untuk menjaga kualitas hidup di masa purna tugas.
“Sisihkan minimal 30 menit setiap hari untuk bergerak agar kesehatan jantung dan kebugaran tubuh tetap terjaga,” lanjutnya.
Ia juga mendorong peserta menyiapkan sumber penghasilan tambahan melalui usaha kecil, waralaba, bimbingan belajar, jasa laundry, hingga menjadi konsultan sesuai keahlian masing-masing.
Sementara itu, pemateri lainnya, Drs. Faisal Abdullah, memberikan penguatan spiritual kepada para calon purna tugas dan mengapresiasi langkah UMM yang tetap memberikan perhatian kepada karyawan yang mendekati masa pensiun.
“UMM menunjukkan kepedulian agar karyawan yang purna tugas tetap dapat menjalani kehidupan dengan tenteram dan bahagia,” ujarnya.
Menurut Faisal, pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan hanya persoalan administratif.
“Dalam Alquran tidak dikenal istilah pensiun. Manusia tetap diperintahkan untuk terus mencari karunia dari Allah SWT,” katanya. (edr)