December 24, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret untuk mendukung mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh. Melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK), UMM membuka pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang berada di Malang, sebagai upaya memastikan mereka tetap memiliki ketahanan mental di tengah kondisi krisis yang memengaruhi keluarga.
Kepala BK UMM Dr Cahyaning Suryaningrum MSi menjelaskan bahwa layanan ini fokus pada mahasiswa yang keluarganya terdampak, karena kelompok ini paling cepat dijangkau dan berpotensi mengalami tekanan psikologis yang memengaruhi aktivitas akademik.
“Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, shock, hingga gangguan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan dukungan psikologis sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah lebih berat,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Pendampingan ini bersifat responsif terhadap bencana, sekaligus bagian dari komitmen jangka panjang UMM dalam menjaga kesejahteraan mental mahasiswa. BK UMM menggunakan pendekatan kuratif, promotif, dan preventif, termasuk edukasi kesehatan mental melalui berbagai konten, agar mahasiswa mampu mengelola emosi secara mandiri dan membangun ketahanan psikologis di tengah krisis.
“Tujuan utama kami adalah memberdayakan mahasiswa agar mampu menghadapi situasi sulit, bukan membuat mereka bergantung pada layanan konseling. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalani perkuliahan secara optimal meski berada dalam kondisi emosional yang menantang akibat bencana,” kata Cahyaning.
Layanan konseling BK UMM dapat diakses melalui pendaftaran daring, datang langsung ke kantor BK, atau melalui layanan chat. Pendampingan daring juga tersedia, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa.
Melalui inisiatif ini, UMM menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental mahasiswa. BK UMM menjadi ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mental adalah kebutuhan mendasar dalam ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.
(Faqih/AS)