June 10, 2026, oleh

www.majelistabligh.id – Kesuksesan di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh deretan nilai akademik di atas kertas. Kemampuan membaca peluang karier serta kecakapan mengelola finansial kini menjadi kunci utama. Merespons tantangan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Paragon menggelar kuliah umum bertajuk “Langkah Emas Generasi Emas”.
Acara yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM pada Senin (8/6/2026) ini membedah kesiapan mahasiswa dalam menghadapi persaingan industri. Tidak hanya itu, para peserta juga dibekali urgensi manajemen keuangan strategis, mulai dari perencanaan tabungan haji hingga investasi emas sejak dini.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa puncak bonus demografi Indonesia pada 2045 tidak akan memberikan dampak positif jika tidak diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Mengingat tantangan pembangunan ke depan kian kompleks, perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk mencetak agen perubahan yang berintegritas.
“Indonesia Emas bukan sesuatu yang hadir secara otomatis. Generasi muda harus mempersiapkan diri sejak hari ini melalui pendidikan, karakter yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar. Jika kesempatan besar itu tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi justru bisa berbalik menjadi tantangan,” tegas Juanda.
Sejalan dengan visi tersebut, Area Manager Malang PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Waskito Vergino, S.T., MBA., M.Sc., menjabarkan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri merupakan katalisator penting untuk melahirkan generasi tangkas. BSI sendiri, menurutnya, sangat membutuhkan pasokan SDM yang adaptif terhadap dinamika bisnis modern.
“Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa generasi yang memiliki keterampilan, karakter, dan kelenturan dalam beradaptasi. Karena itu, kami hadir di kampus untuk memberikan wawasan serta pengalaman nyata sebagai bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tutur Waskito.
Lebih dari Sekadar Siap Kerja
Dari perspektif pengembangan karier, Vice President Islamic Education & Halal Solution BSI, Hikmah Rizka Maslahatin, S.Si., S.I.Kom., M.Si., mengajak mahasiswa memaksimalkan masa studi sebagai arena transformasi diri. Di tengah derasnya disrupsi teknologi, keunggulan akademis semata dinilai tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan komunikasi yang kuat dan rekam jejak (personal branding) yang solid.
“Skill dan pengetahuan itu penting, tetapi saat ini belum cukup. Mahasiswa juga harus memiliki personal branding, kemampuan berkolaborasi, serta mentalitas pembelajar. Dunia kerja saat ini mencari individu yang siap berkembang, bukan hanya siap bekerja,” jelas Hikmah. (*/tim)