April 16, 2026, oleh Humas Universitas

fin.co.id – Kabar menarik datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka jalur pendaftaran mahasiswa baru tanpa tes khusus bagi influencer dan konten kreator.

Program ini menjadi salah satu inovasi kampus dalam merespons perkembangan era digital yang semakin pesat.

Pendaftaran jalur khusus ini telah dibuka sejak 1 April 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2026.

Dengan adanya jalur ini, para kreator digital memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengikuti seleksi tes akademik konvensional.

Syarat Utama

Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa syarat pendaftaran jalur ini sangat relevan dengan keseharian generasi muda saat ini.

Calon mahasiswa cukup menunjukkan eksistensi mereka di media sosial dengan jumlah pengikut tertentu.

Adapun syarat minimalnya adalah:

Namun demikian, jumlah pengikut yang tinggi bukan satu-satunya faktor penilaian.

Menurut Ahmad Juanda, pihak kampus tetap menerapkan filter ketat terhadap kualitas konten yang diproduksi calon mahasiswa.

UMM menegaskan bahwa jalur ini tidak sekadar mencari popularitas di media sosial.

Kampus tetap menilai substansi dan kualitas konten yang dihasilkan oleh calon mahasiswa.

Konten yang diproduksi harus:

Hal ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk tetap menjaga nilai akademik dan etika digital.

“UMM tetap memasang filter ketat. Konten yang diproduksi wajib kreatif, edukatif, dan menularkan energi positif,” ujar Ahmad Juanda

Menurut Ahmad Juanda, program ini merupakan bentuk adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi literasi digital generasi Z.

Ia menilai institusi pendidikan tidak boleh menutup mata terhadap munculnya profesi-profesi baru yang lahir dari perkembangan teknologi dan media sosial.

“Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi,” jelasnya.

Ia juga menilai para konten kreator memiliki peran penting dalam memengaruhi generasi mereka.

Dalam pandangannya, influencer dan kreator digital dapat menjadi public relations bagi generasi mereka sendiri.

Mereka memiliki panggung, algoritma, serta pengaruh besar di media sosial yang mampu menjangkau jutaan orang.

Melalui jalur khusus ini, UMM ingin mengarahkan potensi tersebut agar tidak hanya berhenti pada popularitas semata.

“Para konten kreator ini punya panggung dan pengaruh besar. Melalui jalur ini, UMM ingin mewadahi bakat tersebut agar anak muda kita tak sekadar asal viral,” katanya.

Selain membuka peluang bagi para influencer, program ini juga menjadi strategi UMM untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kreatif secara digital tetapi juga memiliki integritas akademik.

Menurut Ahmad Juanda, kampus ingin membekali para kreator digital dengan dasar pendidikan yang kuat agar mereka mampu memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Jika mereka sudah mahir berkomunikasi secara visual di media sosial, UMM siap memolesnya menjadi talenta profesional,” ujarnya.

Dengan begitu, para kreator digital dapat berkembang menjadi figur yang tidak hanya populer, tetapi juga berkontribusi positif bagi publik.

Hadirnya jalur influencer ini diharapkan dapat menarik lebih banyak talenta muda dari dunia digital untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang mampu membaca perubahan zaman.

Menurut Ahmad Juanda, kampus harus proaktif menghadapi perkembangan teknologi dan pola karier generasi muda.

Dengan pendekatan ini, karya kreatif di dunia maya tidak lagi sekadar menjadi hiburan atau tren sesaat.

“Kini saatnya mengubah karya kreatif di dunia maya menjadi tiket menuju masa depan yang cerah,” pungkasnya. (*)