June 26, 2026, oleh Humas Universitas

UMM bersama Martha Tilaar Group menggelar kuliah tamu untuk membahas peluang inovasi dan kewirausahaan kosmetik berbasis bahan lokal (Humas UMM/PWMU.CO)

pwmu.coUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu kewirausahaan bertajuk Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead bersama Martha Tilaar Group di Aula GKB IV Lantai 9, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut membahas peluang pengembangan usaha kosmetik berbasis bahan alam dan kearifan lokal Indonesia.

Kuliah tamu diikuti ratusan mahasiswa dari sejumlah fakultas di UMM, antara lain Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Farmasi, serta Fisioterapi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai perkembangan industri kecantikan, inovasi produk, dan peluang kewirausahaan di bidang kosmetik.

Co-Founder Smith, Tri Putra Salim, membagikan pengalaman saat merintis usaha perawatan kulit organik berbasis bahan lokal. Ia mengatakan usaha tersebut berawal dari eksperimen produk yang dilakukan di tempat tinggalnya ketika masih berkuliah. Menurutnya, peluang pengembangan kosmetik berbahan organik masih terbuka karena sebagian produk lokal masih menggunakan bahan kimia.

Tri menyampaikan bahwa pelaku usaha muda perlu memperhatikan pengembangan produk, kemasan, serta pemanfaatan media sosial dalam membangun merek. Ia menilai media sosial dapat digunakan untuk mengenalkan produk sekaligus memberikan edukasi kepada konsumen mengenai bahan dan manfaat produk yang digunakan.

“Jika kalian ingin membangun bisnis yang kuat, jangan hanya menjual barang yang sama dengan pesaing, karena kecepatan membaca tren dan keberanian untuk terus berinovasi adalah kunci agar produk lokal bisa mendunia,” tegasnya.

CEO Martha Tilaar Group, Dr. Kilala Tilaar, memaparkan perkembangan industri kecantikan di Indonesia serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha kosmetik nasional. Ia menyebut salah satu tantangan tersebut adalah ketergantungan terhadap impor bahan baku kosmetik.

UMM dan Martha Tilaar Group Bahas Peluang Industri Kosmetik Berbasis Kearifan Lokal
UMM dan Martha Tilaar Group Bahas Peluang Industri Kosmetik Berbasis Kearifan Lokal

Menurut Kilala, Indonesia memiliki beragam bahan alam dan pengetahuan tradisional yang dapat dikembangkan menjadi produk kosmetik. Ia juga menyampaikan bahwa pengolahan bahan lokal membutuhkan inovasi, riset, dan pengembangan agar dapat memiliki nilai tambah dalam industri.

“Bangsa kita mewariskan ribuan resep kecantikan tradisional dan keanekaragaman hayati yang kaya, sehingga jika potensi ini tidak segera kita olah menjadi inovasi, selamanya kita hanya akan menjadi sasaran pasar bagi negara lain,” urainya.

Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., mengatakan kampus menyediakan ekosistem pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan kebutuhan dunia industri. Salah satu program yang disiapkan UMM ialah Center of Excellence (CoE), yang memberikan ruang pembelajaran praktis dan pendampingan pengembangan usaha bagi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.

“Fasilitas Center of Excellence ini secara khusus kami hadirkan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas industri, agar kalian memiliki kemampuan teknis dan praktis yang mumpuni untuk menjadi pengusaha sukses,” pungkas Subeki.

Kegiatan kuliah tamu tersebut menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pelaku industri kosmetik. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan produk berbasis bahan lokal, pembacaan tren pasar, pemanfaatan media digital, serta peluang kolaborasi lintas disiplin dalam industri kecantikan.