December 22, 2025, oleh Humas Universitas

UMM menjadi perguruan tinggi paling berkelanjutan di lingkungan PTMA versi UI GreenMetric 2025. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Isu air dan energi kerap dibahas sebagai persoalan global di ruang-ruang konferensi. Namun, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), keduanya justru diterapkan secara nyata dalam aktivitas kampus sehari-hari. Mulai dari danau konservasi hingga pemanfaatan transportasi listrik, keberlanjutan tidak berhenti sebagai jargon, tetapi dijalankan sebagai sistem yang terukur.

Pendekatan tersebut kembali mengantarkan UMM menguatkan posisinya dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Pada pemeringkatan tahun ini, UMM berada di peringkat 19 nasional, naik satu tingkat dibanding tahun 2024, serta menempati peringkat 102 dunia.

Capaian tersebut menegaskan konsistensi UMM dalam membangun kampus berkelanjutan melalui proses panjang dan berkelanjutan sejak pertama kali mengikuti UI GreenMetric. Di tingkat regional, UMM menjadi kampus paling berkelanjutan di Malang Raya. Sementara secara nasional, UMM juga mengokohkan diri sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).

Wakil Rektor IV UMM M Salis Yuniardi MPsi PhD menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi tambahan semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjadikan UMM sebagai kampus yang tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.

“Harapannya, capaian ini bisa menambah kepedulian bersama untuk menjaga keberlangsungan bumi, mulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, hingga menumbuhkan semangat menanam pohon dan kegiatan ramah lingkungan lainnya,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Sementara itu, Ketua Tim GreenMetric UMM Sandi Wahyudiono ST MT menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja instan atau sekadar mengejar peringkat. UI GreenMetric menilai enam indikator utama, mulai dari Setting and Infrastructure hingga Education and Research, yang semuanya dibangun UMM secara terintegrasi dan berkelanjutan.

UI GreenMetric mengukur keberlanjutan melalui enam aspek, yakni Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education and Research. Dalam konteks ini, kekuatan UMM terletak pada pengelolaan lingkungan yang saling terhubung, terutama pada sektor energi, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan air, serta pendidikan dan riset yang diarahkan pada isu keberlanjutan.

“Seluruh indikator UI GreenMetric dapat dipenuhi UMM. Nilai kami cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air, serta pada Education and Research yang terus diperkuat secara sistemik,” jelasnya.

Keunggulan UMM tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik. Integrasi nilai akademik, praktik langsung, dan budaya keberlanjutan menjadi fondasi utama. Kampanye Go Green dan Go Healthy, mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan, hingga penggunaan transportasi kampus ramah lingkungan dijalankan secara rutin dan konsisten.

Seluruh sivitas akademika—mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan—dilibatkan aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program keberlanjutan melalui riset, kegiatan ekstrakurikuler, serta kampanye sadar lingkungan.

UMM juga mengembangkan berbagai program unggulan, seperti mobil listrik kampus, sistem transportasi internal ramah lingkungan, pengelolaan limbah terpadu menuju zero waste, pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS dan PLTMH, serta integrasi isu keberlanjutan ke dalam kurikulum. Program-program tersebut berdampak langsung pada penilaian UI GreenMetric.

Capaian ini sejalan dengan visi UMM sebagai kampus unggul dan berwawasan lingkungan. Lebih jauh, peringkat UI GreenMetric memperkuat posisi UMM di tingkat global, meningkatkan daya saing, peluang kolaborasi internasional, serta daya tarik bagi mahasiswa dan mitra global.

Ke depan, UMM menargetkan masuk 15 besar nasional dengan memperkuat inovasi, kualitas data, dan dampak nyata program keberlanjutan.

“Keberlanjutan harus dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkas Sandi.

(Faqih/AS)