November 30, 2025, oleh Humas Universitas

GUBES BARU UMM – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., saat foto bersama dua guru besar yang baru dikukuhkan Prof. Dr. Ir. Joko Triwanto, MP., IPU. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP dari Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM di Basement Dome UMM pada Sabtu (29/11/2025).

SURYAMALANG.COM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah deretan akademisi bergelar profesor.

Dua guru besar baru dari Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM resmi dikukuhkan di Basement Dome UMM pada Sabtu (29/11/2025).

Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Joko Triwanto, MP, IPU. dan Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP.

Pengukuhan guru besar ini sebagai bagian dari komitmen UMM untuk memperkuat riset dan inovasi.

Khususnya di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya hutan.

Langkah tersebut juga selaras dengan pendirian Direktorat Saintek UMM yang bertujuan mempercepat hilirisasi riset agar inovasi kampus dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Syarif Husen menyoroti persoalan rendahnya produktivitas kentang nasional yang masih berada di angka 17,67 ton per hektare, jauh dari potensi ideal.

Penyebab utamanya adalah keterbatasan benih bermutu dan penggunaan benih generasi lanjut yang rentan virus.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UMM mengembangkan berbagai teknologi penghasil benih sehat, mulai dari kultur meristem, planlet in vitro, hingga Temporary Immersion Bioreactor (TIB).

Teknologi ini memungkinkan produksi benih unggul secara lebih cepat, efisien, dan berstandar.

“UMM telah memiliki SOP produksi, legalitas, hingga hak cipta yang memastikan kualitas benih,”

“Produksi G0 sampai G2 serta teknologi stek pucuk berakar menjadi langkah penting untuk menjaga kemandirian benih nasional,” ujarnya.

UMM juga menggandeng pemerintah daerah, BUMDes, dan penangkar milenial untuk memastikan inovasi tidak berhenti di laboratorium.

Pendampingan dan pelatihan terus digencarkan agar petani mampu menerapkan teknologi produksi benih secara benar dan berkelanjutan.