May 7, 2026, oleh Humas Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menembus Top 15 nasional dalam THE Asia University Rankings 2026. (Humas UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi yang mempertegas kualitasnya di kancah pendidikan internasional. Berdasarkan rilis resmi lembaga pemeringkat Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026 pada 23 April 2026, Kampus Putih berhasil meraih posisi yang kompetitif. Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari milestone International Competitiveness UMM periode 2026–2030.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Akreditasi dan Pemeringkatan UMM Dr Rina Wahyu Setyaningrum MEd menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan dari pemeringkatan internasional.

“Tahun lalu kita berada di peringkat 1501+, kini UMM berhasil menempati kelompok peringkat 801+ di kawasan Asia. Di tingkat nasional, UMM berada di peringkat ke-15 secara keseluruhan (PTN dan PTS), serta peringkat ke-7 untuk kategori perguruan tinggi swasta. Di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah, UMM menempati posisi ketiga. Bahkan, UMM menjadi satu-satunya PTS di Jawa Timur dan Malang Raya yang masuk pemeringkatan THE tahun ini,” jelasnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari penilaian THE melalui lima indikator utama, yaitu teaching, research environment, research quality, industry income, dan international outlook.

Keunggulan paling menonjol dari UMM terlihat pada sektor industry income. Rina menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung oleh ekosistem kampus yang kuat, termasuk keberadaan unit bisnis seperti rumah sakit.

Fasilitas ini tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan institusi, tetapi juga menjadi laboratorium akademik bagi sivitas kampus. Selain itu, pendekatan riset terapan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar turut memperkuat hubungan antara UMM dan dunia industri.

Di sisi lain, UMM juga dinilai unggul dalam kualitas riset berbasis dampak. Penilaian ini tidak hanya mengukur jumlah publikasi dosen, tetapi juga tingginya angka sitasi dari peneliti lain.

Meski meraih posisi yang membanggakan, UMM tetap melakukan evaluasi. Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri ternama, skala publikasi secara kuantitas serta indikator riset dan sitasi masih menjadi aspek yang terus didorong untuk berkembang.

Rina menambahkan, pemeringkatan ini merupakan bentuk rekognisi internasional atas dedikasi kinerja akademik UMM.

“Capaian ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pada seluruh indikator aktivitas akademik di masa mendatang,” tuturnya.

(Faqih/AS)