December 18, 2025, oleh

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Batu. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan Program 1000 Sarjana.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini digelar di GOR Gajah Mada Kota Batu pada 9 Desember lalu. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi simbol sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Program 1000 Sarjana merupakan inisiatif Pemerintah Kota Batu sebagai langkah konkret mendorong generasi muda daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi unggulan yang menopang potensi lokal seperti pertanian dan pariwisata. UMM, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Kota Pendidikan, dipercaya menjadi mitra strategis dan support system bagi pengembangan sumber daya manusia Kota Batu.
Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program beasiswa sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Pendanaan beasiswa menjadi prioritas untuk melahirkan SDM yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama UMM Bidang IV Muhammad Fath Mashuri MA menyampaikan bahwa UMM tidak hanya ingin memberikan dampak luas bagi Indonesia, tetapi juga dampak nyata bagi wilayah terdekat, salah satunya Kota Batu.
Menurut Fath, UMM tidak semata mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kota Batu, tetapi juga memberikan subsidi tambahan berupa potongan biaya studi bagi mahasiswa asal Kota Batu. Dalam skema tersebut, sebagian biaya SPP ditanggung oleh UMM, sementara sisanya dibiayai oleh Pemerintah Kota Batu.
Dalam mekanisme Program 1000 Sarjana, proses seleksi penerima beasiswa dilakukan melalui verifikasi dua pihak, yakni UMM dan Pemerintah Kota Batu. Kedua institusi bekerja sama mengidentifikasi mahasiswa aktif yang ber-KTP Kota Batu. Untuk menjamin kualitas penerima, program ini menerapkan sejumlah kriteria, di antaranya batas minimal IPK dan masa studi maksimal hingga semester delapan.
Fath menjelaskan, ketentuan tersebut penting untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar memiliki komitmen serius dalam menjalani proses perkuliahan. Selain itu, Pemerintah Kota Batu juga secara rutin menerima laporan perkembangan studi mahasiswa dari UMM sebagai bahan evaluasi keberlanjutan program setiap semester.
Evaluasi ini selaras dengan visi UMM dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sektor tersebut menjadi fokus karena UMM dikenal memiliki kekuatan akademik dan riset yang mumpuni di bidang tersebut.
“Pemerintah Kota Batu menilai efektivitas kinerja UMM di sektor ini sangat baik. Karena itu, lulusan UMM diharapkan memiliki kesiapan kompetensi untuk langsung mendukung program-program unggulan daerah,” pungkasnya.
Selain dukungan beasiswa, UMM juga mengintegrasikan pengembangan soft skill dan karakter mahasiswa melalui Program Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK), serta pembekalan keterampilan teknis seperti bimbingan bahasa pemrograman Python. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, etika, kerja sama, dan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Di akhir, Fath mengajak generasi muda Kota Batu untuk memanfaatkan peluang besar ini secara optimal. Menurutnya, kepedulian Pemerintah Kota Batu terhadap pembangunan manusia dan pengembangan soft skill sudah sangat nyata, sehingga perlu disambut dengan kesungguhan belajar dan berproses di perguruan tinggi.
(Faqih/AS)